Wahyu Indra, Sukses Berbisnis Mie Ayam Grobakan

  • Wahyu Indra, Sukses Berbisnis Mie Ayam Grobakan

Kuliner siap saji kini dimana saja sangat banyak kita jumpai. Dari makanan seafood, bakso, nasi goreng, mie ayam dan lain-lain. Semua kembali dari selera pembeli itu sendiri, kuliner atau makanan apa yang disukai bahkan diminati. Apalagi jika makanan itu cukup dirasa enak di lidah, higienis, dan dengan harga terjangkau sudah pasti banyak pembeli yang datang bahkan menerima pesanan.

Membahas tentang kuliner atau makanan kesukaan, Wahyu Indra berbagi cerita bagaimana ia bisa menjadi pengusaha “Mie Ayam Grobakan”.

“Awalnya memang saya suka makan mie ayam, ditambah sudah mulai bosan dengan rutinitas sehari-hari, dan bagaimana caranya bisa berkumpul bersama keluarga di rumah, terbersit dari situlah saya melakukan research bagaimana caranya bisa buka usaha mie ayam. Akhirnya pada 2 Oktober 2008 (sekarang sudah menginjak delapan tahun) saya buka usaha mie yang rasanya seperti ini,” terang Wahyu.

Saat memulai usahanya berjalan lancar, selang berjalan satu tahun di tahun 2009, usaha Mie Ayam Wahyu Indra nyaris tutup karena yang punya tempat tidak mau diperpanjang lagi. Sebab itu Wahyu sempat mengalami dilema, akhirnya ia mendapat support dan belajar dari seorang pedagang serta mengambil hikmah, dari situlah ia punya energi baru melanjutkan usahanya kembali.

Selama hampir delapan tahun usaha Mie Ayam Grobakan yang dijalani Wahyu, kini banyak mengalami kemajuan. Ia percaya bahwa produk itu bagus dan mempunyai nilai lebih pasti akan digemari. Wahyu mengakui banyak orang yang datang ke outletnya karena ingin menjadi mitranya. Point itulah yang menjadi kebangkitan Mie Ayam Grobakan. Wahyu sempat berpikir, kalau buka cabang lagi mengurus satu outlet saja sudah repot. Akhirnya ia mengembangkan usahanya dengan jalan bermitra.

“Terhitung per-tanggal 17 Agustus 2016 ini, sudah 307 saya bermitra, yang paling banyak daerah Pamulang, Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Barat sebagian, Bogor, Cibinong, Nganjuk, Semarang. Saya jual ke mitra hanya 12 juta, kalau ditambah tempat dan lain-lain bisa 30-35 juta. Hitung-hitung share ilmu lah, mengingat waktu itu saya modal buka usaha ini sekitar 30 juta, Alhamdulillah saya juga dapat penghargaan dalam mengembangkan usaha melalui kemitraan” ungkap Wahyu.

Selain itu Wahyu menjelaskan, kepada pihak yang bermitra ada kesulitan jika SDM (Sumber Daya Manusia) tidak terpenuhi maka akan gugur. Disamping meluaskan jaringan mitra, ia juga produksi mie sehat tanpa pengawet, tanpa MSG, tanpa pewarna, tanpa kimia dan bersertifikat halal. Baru-baru ini ia menciptakan produk baru dari mie ayam grobakan yaitu “Umihantsa” kreasi mie goreng seperti mie goreng seafood, mie goreng sapi, mie goreng ayam, dan lain-lain.

Sejak menjalankan usaha ini Wahyu tidak pernah kehilangan waktu bersama keluarga. Inilah yang diinginkan sebelum ia membuka usaha Mie Ayam Grobakan. Isterinya pun mendukung usahanya. “Sekarang saya lebih banyak waktu bersama keluarga, seperti antar anak, antar isteri sangat berbeda dengan dulu. Isteri juga bantu mengelola keuangan dan mengatur produksi, awalnya usaha ini saya buatin untuk dia,” ucap Wahyu tersenyum kecil.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar