Usaha Tape Ketan Casni, Menghapus Pengangguran

  • Usaha Tape Ketan Casni, Menghapus Pengangguran

Tape ketan merupakan makanan tradisional khas kuningan yang dikemas dalam ember. Makanan hasil fermentasi ini telah menjadi ciri khas salah satu kota tujuan wisata ini. Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kuningan tanpa menenteng ember hitam sebagai buah tangan. Produk ini bisa didapat dengan mudah, tidak hanya di pusat oleh-oleh, tetapi juga di warung-warung sepanjang jalan Cirebon-Kuningan.

Pemasaran tape ketan sudah meluas, tidak hanya terbatas di Kuningan tetapi juga Cirebon, Majalengka, Indramayu dan beberapa kota sekitarnya. Sebagian pengrajin juga mengirim ke Semarang, Jakarta, Bandung, Bogor, dll.

Dari segi harga juga cukup bervariasi, tergantung kemasan. Ada yang isinya 16 bungkus seharga Rp10 ribu, kemasan ember kecil isi 75 bungkus seharga Rp65 ribu, dan ember besar isi 100 bungkus seharga Rp85 ribu. Ada juga kemasan plastik.

Salah satu pelaku usaha ini adalah keluarga Casni, warga Desa Tarikolot, Kec. Cibeureum, Kab, Kuningan. Tak kurang dari 40 keluarga yang menggeluti usaha ini, yang mampu menampung sekitar 150 tenaga kerja. Sebagian warga sudah membuat tape sejak tahun 1970-an. Casni sendiri sudah menekuni usaha ini sejak 2005. Dia beralih usaha dari sebelumnya berjualan sembako. Casni dan keluarganya tertarik membuat tape ketan setelah melihat prospek pasarnya yang cukup bagus.

Dengan modal awal Rp25 juta, kini setelah hampir 10 tahun, tape buatannya sudah memenuhi toko oleh-oleh di Kuningan dan beberapa kota lainnya, bahkan sampai ke Jambi dan Palembang. Ada juga yang memasarkan produknya hingga ke Bali. Casni menekuni usaha ini karena prospeknya yang cukup bagus dan pengerjaannya yang mudah.

Bagi masyarakat Kuningan, khususnya desa Tarikolot, usaha pembuatan tape ketan ini merupakan berkah tersendiri. Dengan berkembangnya usaha rumahan ini, hampir tidak ada pengangguran di desa ini. Semua penduduknya terlibat dalam pembuatan tape, baik yang bekerja sendiri, maupun yang membantu usaha tetangganya. Casni sendiri mempekerjakan 8 karyawan tetap, namun pada saat ramai terjadi penambahan hingga 20 karyawan.

Kini perkembangan usah Casni cukup stabil baik segi omset maupun keuntungan. Untuk pemasaran, sebagaimana pengrajin lain, Casni sudah mempunyai pelanggan tetap. Keberhasilan usaha ini tidak lepas dari kerja keras Casni yang dibantu seluruh anggota keluarganya. Semangat pantang menyerah dengan tetap menjaga kualitas serta berupaya terus untuk mempertahankan kepercayaan mitranya, menjadi kiat tersendiri bagi Casni dalam memajukan usahanya.



Sumber : ayopreneur.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar