Tips Sukses Seimbangkan Bisnis dengan Keluarga

  • Tips Sukses Seimbangkan Bisnis dengan Keluarga

Dunia karir atau pekerjaan dulu hanya di dominasi oleh kaum laki-laki, kaum wanita hanya sibuk mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya dirumah. Namun kemajuan teknologi telah memberikan perubahan besar bagi masyarakat luas, terutama wanita dalam dunia pekerjaan. Saat ini banyak bisnis yang dapat dikerjakan dirumah, terutama dikerjakan oleh wanita atau biasa disebut mompreneur, dengan tetap menjadi ibu rumah tangga dan menjaga anak-anaknya dirumah, ia tetap bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan bantuan teknologi.

Saat ini masyarakat sudah familiar dengan bisnis online, yang terutama dapat dikerjakan dimana saja. Para konsumen pun dapat diuntungkan tanpa harus susah payah keluar rumah untuk berbelanja, mereka hanya bertransaksi lewat internet dan barang akan datang dengan sendirinya. Namun untuk menjadi mompreneur yang sukses ternyata tidak mudah, ada step-step yang harus dilalui agar seimbang antara bisnis dan profesi sebagai ibu rumah tangga. Berikut beberapa Tips agar Anda sukses menjadi mompreneur.

1. Memiliki Manajemen Waktu yang Baik

Jika Anda berpikir mudah menjalankan usaha dari rumah, itu tidaklah benar. Untuk sukses menjadi mompreneur, Anda harus mengalokasikan waktu khusus untuk mengelola bisnis Anda secara profesional alias pintar membagi waktu antara bisnis dan mengurus keluarga. Ada baiknya Anda menetapkan jam kerja khusus untuk menangani bisnis Anda dan beritahukan jam kerja tersebut kepada klien atau konsumen Anda agar tidak timbul prasangka buruk dari klien atau konsumen Anda.

Pastikan jam kerja tersebut telah Anda sesuaikan dengan aktivitas keluarga, seperti pada saat anak-anak berangkat sekolah atau pada saat anak tidur. Jika Anda hanya memiliki waktu di malam hari, komunikasikan hal tersebut, dan konsekuensinya Anda tentu harus menepatinya.

2. Membangun Komunikasi yang Baik Dengan Anggota Keluarga Lainnya

Biasanya kendala terbesar bagi mompreneur adalah tidak bisa mengatur anak-anak agar memahami kondisi ibunya yang sedang bekerja. Untuk itu, pintar-pintarlah Anda mengkomunikasikan hal tersebut kepada anak-anak, jika anak-anak masih terlalu kecil untuk memahami, siapkan alat-alat permainan menarik yang akan menemani anak pada saat Anda menyelesaikan pekerjaan.

3. Memiliki Disiplin Manajemen Keuangan yang Baik

Meskipun tadinya terlihat sepele, namun setelah usaha Anda semakin besar, Anda tentu harus memiliki manajemen keuangan yang baik. Ada baiknya Anda tidak mencampurkan dana rumah tangga dengan dana usaha agar Anda dapat memantau sejauh mana perkembangan keuangan usaha tersebut. selain itu, dalam keuangan usaha tersebut ada modal yang harus Anda putar kembali untuk menambah stok barang, jika Anda berjualan produk secara online. Karena itu penting bagi Anda untuk mengatur arus uang keluar dan masuk agar seimbang demi kelancaran usaha Anda di masa depan.

4. Pilih Usaha yang Sesuai Dengan Passion

Memulai bisnis dari rumah tidaklah mudah, kadangkala banyak godaan yang akan menghambat usaha Anda. Apalagi dalam usaha tersebut terkadang timbul permasalahan yang membuat semangat Anda menjadi drop atau putus asa. Meskipun tidak selalu benar 100%, namun memulai usaha berdasarkan hobi atau passion akan membuat Anda lebih bertahan, konsisten, dan menikmatinya. Usaha yang dimulai dari passion atau hobi Anda biasanya akan membuat Anda lebih mencintainya, jika cinta maka Anda akan berbuat apa saja untuk mempertahankannya.

5. Jagalah Selalu Semangat Kerja

Manusiawi selalu jika suatu saat Anda dihinggapi perasaan bosan dan lelah mengerjakan pekerjaan yang sama secara terus-menerus, belum lagi jika Anda harus menghadapi berbagai masalah dalam keluarga. Jika berada dalam kondisi yang demikian, ada baiknya Anda beristirahat sejenak dan fokus pada keluarga. Jika Anda memiliki asisten yang bisa mengambil alih sementara pekerjaan Anda, tentu lebih baik. Namun jika tidak Anda bisa menutup sementara toko online atau usaha Anda sejenak untuk berlibur bersama keluarga. Tapi pastikan tidak ada hutang pekerjaan sebelum memulai liburan Anda, beri jeda closing Anda dengan hanya menangani sisa pekerjaan hingga tuntas.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar