Temukan Passion di Usia Senja, Oma Ina Ciptakan Kue Dari Umbi Garut

  • Temukan Passion di Usia Senja, Oma Ina Ciptakan Kue Dari Umbi Garut

Memasuki usia senja bukan berarti tak lagi berdaya, apalagi untuk memulai usaha. Seperti Ina Candra Minangwati (53) yang mengawali usaha kue kering garut belum lama ini. Siapa disangka Ia menemukan passion bisnisnya di usia yang tak lagi muda, dengan menciptakan produk panganan sehat, enak, aman serta menguntungkan.

Oma Ina begitu ia akrab disapa menemukan ide usahanya ketika mendapat keluhan dari orang-orang di sekitarnya yang memasuki usia lanjut dan menderita diabetes. Mereka tidak bisa menikmati kue-kue kering hidangan Lebaran yang mayoritas terbuat dari tepung terigu, gula dan bahan-bahan yang semakin memicu beberapa penyakit di usia senja. Tergeraklah Oma Ina untuk membuat kue kering dengan bahan dasar umbi-umbian.

Kemampuan mengolah kue kering berbahan dasar umbi diperolehnya dari belajar di komunitas pertanian. Oma Ina memilih bahan umbi, karena umbi mengandung banyak serat, lemaknya tidak mengendap tetapi terurai. Berbeda dengan tepung terigu yang mengendap di tubuh. Tak jarang pula Ina mengisi pelatihan tentang olahan umbi ke berbagai PAUD atau komunitas yang lain.

Mulai Fokus Usaha Kue Kering Garut di Tahun 2008

Kemampuannya dalam mengolah kue kering, tidak hanya diperuntukkan dirinya dan  keluarganya saja. Menjelang usia yang tak lagi muda, Oma Ina pun ingin memiliki kesibukan yang menghasilkan. Dengan dukungan putranya, Ia pun memilih berwirausaha kue kering dengan brand ”Omaina Smart Cookies”.

Sejak 2008 Oma Ina mencoba membuat kue kering dengan bahan dasar dari semua varian jenis umbi yang ia produksi dikediamannya di Jl Nitipuran, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Namun lama kelamaan mengkerucut hanya umbi garut saja yang ia gunakan. Karena mayoritas masyarakat hanya mengenal umbi garut dikonsumsi dengan cara direbus atau sebagai emping saja. Sehingga Oma Ina ingin mengembangkan kegunaan garut sebagai bahan baku tepung untuk membuat kue kering.

”Sebenarnya sudah lama membuat kue kering dari bahan umbi-umbian. Tapi baru 2 bulan lalu memiliki kemasan dan brand, dan hanya fokus pakai bahan baku umbi garut. Memilih bahan tersebut karena aman, dan praktis dikonsumsi kalau dibuat cookies. Selain diperuntukkan anak berkebutuhan khusus, juga untuk lansia serta penderita diabetes. Pokoknya aman dikonsumsi semua kalangan,” kata nenek 2 cucu ini.

Dibantu Sang Putra Untuk Promosi Produk di Sosial Media

Mantan sekretaris redaksi sebuah media cetak ternama di Yogyakarta ini mengaku, untuk menjual produknya ia dibantu sang putra Awal Patria Pribadi yang juga bekerja sebagai marketing sebuah perusahaan, dengan penjualan sistem online yaitu melalui Instagram @omaina_smartcookies. Produk yang memiliki kemasan unik dan menarik ini memiliki tiga varian rasa, yaitu coklat, keju, dan kacang. Harga yang dibandrol untuk kemasan standing pouch Rp 25 ribu dan kemasan toples Rp 30 ribu.

”Harga tersebut tidak mahal, karena untuk harga tepung garut sendiri sudah tinggi. Untuk penderita diabetes kami menyarankan memilih cookies rasa keju, karena tidak menggunakan gula. Camilan ini pun hanya bertahan sampai 3 bulan, karena tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Dalam memperoleh bahan baku, Ina pun mengambilnya langsung dari para petani lokal. Hingga saat ini, Ina terus berusaha mengedukasi dan memperkenalkan keunggulan produknya. Salah satunya dengan cara sering mengikuti even atau pameran. Produknya kini telah merambah hingga luar Yogyakarta, di antaranya Banjarmasin, Padang, Samarinda yang juga telah menjadi pelanggan tetapnya.

”Dahulu sempat kesulitan dalam uji coba resep menggunakan tepung garut. Karena teksturnya sangat berbeda dari tepung terigu, sehingga cukup sulit. Tapi kini sudah menemukan resep yang pas,” tutur ibu 3 putra ini.

Oma Ina berharap, produknya semakin dikenal dan bisa dikonsumsi masyarakat luas. Karena Omaina cookies merupakan camilan yang sehat, sekaligus mensejahterakan petani garut serta mengangkat pangan lokal yang menyehatkan yang juga enak. Ia pun ingin terus bereksplorasi untuk menambah varian rasa.

”Semoga Omaina Cookies bisa memasyarakat dan mendunia,” pungkasnya.





Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar