Sukses Menjadi Pengusaha Melalui Karya Desain Grafis

  • Sukses Menjadi Pengusaha Melalui Karya Desain Grafis

Memiliki istri yang jago di bidang desain, menginspirasi Henry Susanto (33) bersama pasangan untuk terjun menekuni bisnis desain grafis. Setelah menikah, di tahun 2010 silam sang istri tercinta mulai serius membuka usaha design grafis, jasa print dan cetak indoor.

“Usaha ini didirikan oleh istri tercinta sekitar lima tahun yang lalu, awalnya baru sekedar usaha design grafis, print dan cetak indoor. Setelah itu kami mulai menambah lini bisnis baru dengan advertising seperti branding mobil, wallpaper custom design, kaca film gedung, pembuatan neon box dan juga cutting stiker untuk memenuhi permintaan konsumen di sekitar Surabaya,” jelas Henry.

Bermodalkan dana yang cukup besar yakni sekitar Rp 100 juta untuk membeli peralatan desain dan advertising, perkembangan bisnis desain grafis yang diberi nama Vin’c Design & Offset ini berjalan cukup dinamis sesuai dengan target market dan kebutuhan pelanggan yang dibidik. Bahkan dalam waktu yang relatif singkat Henry bisa menambah line up produk setiap bulan dan berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.

Bermodalkan dana yang cukup besar yakni sekitar Rp 100 juta untuk membeli peralatan desain dan advertising, perkembangan bisnis desain grafis yang diberi nama Vin’c Design & Offset ini berjalan cukup dinamis sesuai dengan target market dan kebutuhan pelanggan yang dibidik. Bahkan dalam waktu yang relatif singkat Henry bisa menambah line up produk setiap bulan dan berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.


“Seiring berjalannya waktu kami melakukan penambahan line up dengan offset atau percetakan, misalnya paperbag, dan kerajinan tangan berupa hardbox, gift box custom design dan merchandise yang semakin lengkap dengan produk terbaru kami seperti mug, jam dinding, tumbler, pulpen, payung, mousepad, piring, notes, gantungan kunci akrilik, dan lain-lain,” terangnya.

Sesuai dengan tujuan awalnya dalam merintis usaha, yakni untuk dan membuka kesempatan kerja dan memberikan kontribusi yang baik nuntuk masyarakat sekitar, saat ini Henry mempekerjakan sedikitnya ada 15 orang karyawan yang terdiri dari karyawan tetap dan tenaga freelance.

“Terus terang saja masalah SDM yang kompeten dan terampil menjadi salah satu kendala yang sering saya hadapi. Solusinya dengan meningkatkan kualifikasi dari lulusan SMK menjadi lulusan Diploma dan Sarjana dan dilakukan training secara berkala,” imbuh pengusaha sukses dari Surabaya ini.

Dalam sebulan, kapasitas produksi Vin’c Design & Offset relatif bergantung pada proyek pekerjaan yang sedang ditangani karenakan produk dan jasa yang diberikan cukup beragam. Sedangkan untuk produk merchandisekapasitas per bulan bisa menghasilkan sekitar 10.000 – 50.000 pcs.

“Saat ini kami sedang melakukan riset untuk bisa melakukan produksi massal hardbox atau gift box untuk dikirimkan ke beberapa reseller kami, baik yang ada di Jawa Timur maupun Indonesia bagian timur seperti misalnya Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Irian Jaya,” tuturnya.

Kendati dari bisnis desain grafis yang tengah dirintisnya, Henry sudah bisa mengantongi omzet sekitar Rp 60 juta – Rp 100 juta dalam sebulan, namun Ia berharap kedepannya bisnis tersebut masih bisa berkembang dan bila dimungkinkan Ia ingin membuka sistem kemitraan.




Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar