Sucahyo Lukito, Raja Mete dari Flores

  • Sucahyo Lukito, Raja Mete dari Flores

Jambu mete yang tumbuh subur di tanah gersang pada pulau Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi berkah bagi Sucahyo Lukito. Pria asal Surabaya yang sudah 30 tahun tinggal di Flores ini menjadi 'Raja mete' karena piawai mengolah biji mete menjadi aneka makanan yang digemari banyak orang. 

Tak hanya di dalam negeri, Sucahyo Lukito pernah mengekspor biji mete organik ke Eropa. Itu terjadi pada periode 2005 hingga 2007. "Terbatasnya pasokan bahan mentah, ekspor akhirnya tak berlanjut," ujar dia. 

Padahal produk biji mete organik yang dikirim ke Eropa itu sudah mendapat sertifikat memenuhi kualitas dari benua biru itu. 

Tak hanya Sucahyo yang terkena imbas atas penghentian ekspor itu. Sebanyak sekitar 150 warga setempat yang terlibat dalam kegiatan ekspor biji mete juga kehilangan tempat bersandar. Padahal, atas ekspor itu, roda perekonomian di kawasan sekitar Sucahyo tinggal tergolong paling moncer di daerahnya.

Namun ekspor bukan satu-satunya pasar biji mete Sucahyo. Sebab permintaan dalam negeri tak henti mengalir. Sebuah hypermarket besar di dalam negeri teken kontrak dengan dia agar memasok produk biji mete. "Permintaanya setiap tahun kami memasok sekitar 20 ton," ujar dia. 

Untuk produk yang sudah di packing dengan tiga jenis kualitas harga rata-rata sebesar Rp 140 ribu per kilogram. 

Untuk kegiatan ini Sucahyo masih pantas membanggakan diri. Sebab masih ada sekitar 60 orang ibu-ibu yang bertugas "menyiangi" biji jambu mete. Setiap kilogram upahnya Rp 7.000. Rata-rata setiap hari seorang ibu bisa mengerjakan 18 kilogram. Tak heran jika banyak kisah sukses ibu-ibu di sekitar tempat Sucahyo yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi dari hasil kerja tentang produk biji mete ini.

Selain menjual ke hypermarket, Sucahyo juga membidik turis yang datang ke Flores. Rumahnya yang berlokasi di Desa Wolowaru tepat tepi jalan raya Maumere-Danau Kelimutu sekaligus dijadikan rumah makan. Kendaran antarkota yang lalu lalang selalu mampir untuk beristirahat. Selain menu makan santapan, dia juga menjajakan aneka cemilan khas Flores yang kini sudah semakin terkenal. 

Selain kacang mete, dia juga menjajakan selai mete, gula semut, sirup lontar, madu hutan, garam pryramid dan vanili. Produk makanan yang dihasilkan Sucahyo ini kini menjadi buah tangan atau oleh-oleh yang nyaris menjadi 'wajib' dibeli di Flores.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar