Sejak SMP, Gadis 17 Tahun Ini Memulai Bisnis Sukses Tanpa Modal

  • Sejak SMP, Gadis 17 Tahun Ini Memulai Bisnis Sukses Tanpa Modal

Debby Memulai Bisnisnya Sejak SMP, dan Berhasil Membangun Bisnis Lapak Baju Online yang Cukup Sukses!

Bermodal nol rupiah, seorang gadis berseragam putih biru mencoba menjalankan bisnis fashion online shop. Tidak serius? Tidak berhasil? Anda salah. Ia mampu meraup jutaan rupiah karena usaha yang ia bangun. Bahkan, usia bisnis ini sudah mencapai tiga tahun. Kini, ia telah duduk di bangku 12 salah satu sekolah swasta di Mojokerto. Bagaimana cara gadis kelahiran 6 Agustus 1997 ini membangun usaha yang ia namakan Lapak Baju itu? Mari kita tanya langsung pada sang pemilik bisnis, Debora Putri Ardityanti, atau  akrab disapa Debby ini!

 

Halo, Debby! Bisa ceritakan tentang bisnis Anda?

Online shop bernama Lapak Baju, menjual macam-macam baju buat perempuan. Barang paling laris, sih, sweater rajut atau cardigan begitu. Saya mulai sejak kelas 3 SMP sampai sekarang. Awalnya, sih, cuma iseng-iseng saja buat menambah uang saku. Dulu, pembeli pun cuma berasal dari teman-teman atau saudara sendiri.


Apa, sih, yang yang membuat Debby memilih bisnis online shop?

Selain nggak butuh modal, bisnis online shop juga nggak menyita banyak tenaga, cuma perlu betah di depan HP atau PC aja, sih. Jadi, buat para pelajar kayak Saya begini, daripada HP cuma dibuat main, mending dipakai buat satu hal yang bisa menguntungkan. Cuma modal HP saja sudah bisa dapat duit, itu yang bikin Saya suka sama bisnis online shop. Selain itu, menurut Saya, kan, zaman sudah serba canggih sekarang. Anak-anak muda nggak perlu susah-susah untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan, tinggal belanja via online saja.

 

Menurut Anda, apa kelebihan dari bisnis online shop Lapak Baju Anda?

Kalau kelebihandari banyaknya pilihan model yang ada, harga yang lebih murah daripada lapak sebelah, juga fasilitas buat reseller,seperti dropship. Di sisi lain, bisnis online shop ini harus menunggu beberapa hari supaya barang-barang bisa sampai di tujuan atau ready. Soalnya, kan, Saya pakai sistem PO, sedangkan banyak barang dari toko baju lain yang ready dan bisa dipilih langsung tanpa ribet. Hanya saja, sekarang, semua orang bisa berbisnis online shop. Jadi, pesaingnya semakin banyak. Banyak juga online shop yang memasang harga hampir sama dengan Saya atau lebih murah daripada Saya.

 

Customer Anda datang dari kalangan usia apa dan berasal dari daerah mana saja?

Customer Saya, sih, dari semua kalangan. Mungkin banyak yang anak SMA, ya. Terus, dari Mojokerto ada, tapi kebanyakan dari luar kota, seperti Jakarta, Samarinda, Surabaya, Bogor, dan lain-lain. Soalnya, kan, Saya juga promosi di banyak media sosial, jadi banyak orang dari luar Mojokerto yang tahu tentang Lapak Baju ini.

 

Terus, sulitnya apa, sih, menjalankan Lapak Baju?

Sulitnya kalau lagi pelajaran di sekolah, atau lagi banyak tugas begitu, banyak pembeli yang protes gara-gara responku lama ke mereka. Selain itu, banyak juga yang hit and run, jadi barang sudah diproses, eh, pembelinya hilang, jadi harus pintar-pintar cari cara biar nggak hit and run begitu. Tapi yang paling sulit selama ini, sih, menghadapi pembeli yang cerewet minta ampun. Tapi tetap saja, pembeli adalah raja, jadi, ya turuti saja apa yang diminta sama raja. Hehehe.

 

Terus, apa yang Debby lakukan supaya nggak terjadi hit and run lagi?

Bikin aturan yang jelas buat para pembeli, misalnya cara order atau sistem pembayaran. Selain itu, Saya juga harus tegas sama aturan yang sudah dibuat. Bagaimanapun pembeli merayu buat melenceng dari aturan, Saya nggak respon. Pembeli yang hit and run juga Saya blacklist, jadi kalau mereka mau order lagi, Saya sudah nggak kasih tanggapan. Karena dari awal, mereka sudah nggak bertanggung jawab sama barang yang sudah dipesan. Kalau Saya mengadakan giveaway juga mereka nggak bakal dapat kesempatan buat menang. Jadi, dengan begitu, peluang buat hit and run sedikit.

 

Nah, kalau tadi itu sulitnya bisnis online shop, sekarang, apa enaknya, nih?

Enaknya, ya, cuma main HP bisa dapat duit. Nggak terlalu ribet, sih, kalau online shop itu. Nggak butuh modal juga. Pokoknya, cocok, deh, buat pekerjaan sampingan selain belajar. Buat refreshing juga. Hehe.

 

Karena Anda masih bersekolah, bagaimana Anda membagi waktu antara sekolah dan berbisnis?

Ya harus pintar-pintar bagi waktu saja antara waktu sekolah dan waktu berbisnis. Misalnya, saat jam istirahat, Saya baru bisa kasih respon ke pembeli, atau kalau sudah pulang sekolah, Saya baru urus bisnis lagi. Tapi untuk urusan les dan belajar, semua tetap berjalan. Kasih pengertian ke pembeli kalau Saya memang masih pelajar dan butuh waktu buat belajar. Memang kalau dapat duit itu enak, menyenangkan, tapi kewajiban Saya masih tetap sebagai pelajar, kan.

 

Sebelumnya, apakah Debby pernah dapat komplain? Dan apa pujian yang pernah Anda dapat dan masih ingat sampai sekarang?

Ah, kalau komplain, sih, sudah makanannya online shop. Tapi sampai sekarang, sih, cuma sebatas komplain gara-gara barang datangnya lebih dari estimasi, jadi pembeli banyak yang komplain. Padahal Saya juga sudah kirim barang sesuai cara order di online shop, jadi untuk masalah barang datang lama itu juga tergantung jasa pengirimannya. Selain itu, sih, mereka komplain masalah respon saya yang lama, maklum, Saya juga pelajar. Hehe.

Iya, kalau pujian, sih, mereka bilang kalau pelayanannya enak, ramah, bisa dipercaya, barang juga nggak mengecewakan, sesuai dengan harga dan gambar.

 

Apakah Anda punya pengalaman berkesan selama menjalankan bisnis ini?

Ada, dulu Saya mempromosikan online shop melalui Facebook. Teman di FB sudah banyak, banyak juga yang sudah jadi pelanggan. Tapi, tiba-tiba FB Saya di-hack sama orang, jadi mau nggak mau, Saya mulai membuat FB lagi dan mempromosikan mulai dari awal lagi. Tapi, Puji Tuhan, nggak ada korban. Soalnya, habis di-hack, akun FB saya dihapus. Sebenarnya itu bukan pengalaman berkesan yang menyenangkan, ya. Hahaha. Tapi gara-gara itu semua, Saya mulai belajar promosi melalui media lain juga. Pengalaman berkesan yang lain, sih, dalam satu bulan, Saya bisa menjual sampai lebih dari 100 baju.

 

Apa rencana Anda untuk mengembangkan bisnis online shop ini?

Untuk rencana mengembangkan online shop, sih, ada. Misalnya, membuat web. Selama ini, Saya promosi via media sosial saja, masih belum melalui web. Apalagi membuat web, kan, memerlukan dana juga. Selain itu, sih, Saya berharap untuk punya barang yang sudah ready di rumah. Selama ini, Saya masih pakai sistem Pre Order (PO) buat menghindari kerugian. Untuk mempersiapkan itu, Saya lagi proses menabung, juga belajar sama teman-teman tentang bagaimana cara untuk membuat web dan membuat desain web yang menarik.

 

Apakah Anda mempunyai rencana untuk membuka bisnis lain?

Iya. Selain baju, Saya juga sudah mulai berjualan aksesoris HP, seperti powerbank, tongsis, fish eye, dll. Pokoknya yang lagi trend sekarang. Hehe. Baru-baru ini, sih, saya mencoba bisnis itu. Tapi kalau dibandingkan sama online shop baju, sih, masih lebih laku online shop baju. Soalnya, powerbank, misalnya, itu cukup mahal. Beda sama baju.

 

Apa saran atau tips yang bisa kamu berikan pada anak-anak muda seumurmu yang tertarik untuk berbisnis?

Buat yang mau berbisnis, nggak ada salahnya, kok, kita mencoba berbisnis selama itu bisa menguntungkan dan nggak mengganggu kewajiban kita, it’s okay, lanjut! Apalagi pasti bangga kalau bisa membeli barang apapun dengan duit sendiri. Kuncinya, sih, jangan bosan-bosan mencoba hal baru. Jangan malu juga untuk mempromosikan barang-barang. Terus, jangan mudah menyerah juga. Awalnya, memang butuh perjuangan untuk mengenalkan bisnis kita ke orang luar, tapi kalau sudah dikenal nanti, pasti banyak orang yang mencari.

Buat yang sudah punya bisnis, pintar-pintar atur waktu dan keuangan dalam bisnis. Keuntungan berapapun kalau nggak bisa diatur, pasti jatuhnya boros dan nggak bisa menikmati keuntungan itu. Selain itu, tetap jaga hubungan baik dengan pembeli. Jadilah online shop atau bisnis yang bisa dipercaya, dan jangan gampang menyerah juga.


Sumber : studentpreneur.co


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar