Raup Laba dengan Bisnis Ketan

  • Raup Laba dengan Bisnis Ketan

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Seperti yang dialami Dimas Chrisna. Berawal dari tak sengaja menonton acara wisata kuliner di televisi yang mengulas seputar Pos Ketan Legenda 1967, dirinya mulai terinspirasi membuat usaha kuliner ketan. Apalagi, si penghobi masak ini, sudah menguasai cara membuat ketan agar enak dan pulen. Berkongsi dengan temannya, Rahmat Budi Setiawan alias Wawan, Dimas mantap berwirausaha.

“Setelah menonton acara tersebut, saya berkesempatan liburan ke Malang. Kemudian, saya sempatkan mampir ke Pos Ketan Legenda yang di depan Alun-alun Kota Batu itu. Saya mau coba secara langsung. Apalagi, katanya, itu langganannya Anang dan Krisdayanti. Setelah itu, coba-coba buat sendiri dan ajak Wawan,” kisah Dimas seperti dilansir Kaltimpost.co.id.

Dimas sudah berniat membuka usaha sejak semester 5. Namun, baru terealisasi ketika semester 7. Ya, usaha Dimas baru dimulai 17 Agustus, dengan modal Rp 1 juta. Meski belum genap sebulan, usaha yang dinamakan Bakoel_Ketan sudah nge-hits di Samarinda, khususnya di kalangan anak muda. Rasa yang enak dan harga yang murah, membuat para pelanggannya ketagihan.  Ketan yang diproduksi Dimas ditambahkan topping aneka rasa. Ada tujuh topping yang disediakan, yakni toblerone, toblerone+keju, meises+keju, meises, keju, abon sapi, dan milo. Namun, yang paling diincar para pembeli adalah keju dan toblerone+keju.

“Pas mau buka usaha, yang bikin deg-degan ini waktu kasih tester ke orang-orang. Syukurlah, rasanya enak. Masih muda itu perbanyak usaha, kurangi drama,” imbuh Dimas.

Saat ini, Dimas dan Wawan baru membuka usahanya melalui pesan antar dan menerima orderan melalui jejaring sosial. Demi mengembangkan usaha, dirinya tengah menyurvei kawasan yang pas untuk outlet. Sejauh ini, tempat yang masuk kriteria adalah kawasan Awang Long. Meski sudah banyak diminati, Dimas masih menyimpan kekhawatiran. Sebab, masyarakat Samarinda cenderung mudah bosan dengan varian makanan.

“Semoga saja tetap stabil dan peminatnya tambah banyak. Biar makanan jadul, tapi rasa tetap gaul,” tandas Dimas.



Sumber : ayopreneur.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar