Rafi Hartono Sukses Mengolah Eceng Gondok jadi Barang Berguna

  • Rafi Hartono Sukses Mengolah Eceng Gondok jadi Barang Berguna

Kita tahu eceng gondok adalah tanaman yang hidup di rawa rawa dan banyak dari kita yang kurang tahu tentang manfaat dari eceng gondok. Disini seorang anak muda bernama Rafi Hartono bersama temannya mencoba memanfaatkan eceng gondok yang dianggap sebagian orang sebagai tanaman pengganggu dan ia mencoba mengolahnya menjadi sebuah mainan mobil-mobilan anak-anak yang terbuat dari eceng gondok.

Bersama dengan teman-temannya Rafi Hartono mencoba membuat mainan mobil-mobilan dari eceng gondok sejenis Bemo.  Melalui keuletannya, eceng gondok tersebut disulap menjadi produk kreatif yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah ke kantongnya.

Harapan Rafi bersama teman-temannya terkabul. Suatu ketika datang seseorang yang menawar mobil-mobilan tersebut. Beberapa waktu kemudian, ia didatangi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Semarang dengan tujuan membantu pemasaran dan pemberian modal/dana usaha.

Produk kreatif yang ditawarkan oleh Geni Art diantaranya adalah lokomotif kereta yang dijual dengan harga Rp 375 ribu, mobil bemo Rp 85 ribu, kotak tissue seharga Rp 35 ribu, dan tutup lampu Rp 60 ribu.

kerajinan eceng gondok dalam soal pemasaran, Rafi mengaku tidak mengalami kesulitan. Ia mengatakan membuat produk apa saja pasti akan laku, karena produk kreatif buatannya banyak diminati oleh pembeli. Justru yang menjadi kendala utama usahanya adalah terbatasnya SDM yang kreatif.

kerajinan-enceng-gondokKendala lain yang diungkapkan oleh Rafi adalah menciptakan model atau produk terbaru bagi usahanya. Selama ini ia menciptakan model terbaru melalui ide kreatifnya sendiri dengan melakukan berbagai percobaan atau melalui internet.

Soal modal usaha, Rafi juga tidak terlalu kuatir, karena saat ini ada bank yang bisa memberikan modal bagi usaha kreatif yang dikelolanya. Bank yang disebut oleh Rafi adalah Bank Mandiri.

Untuk meminjam pun tidak terlalu sulit. Sekarang sudah ada bank yang percaya pada kerajinan eceng gondok yang ada di tempat kami, jadi agak mudah kalau mau mengajukan pinjaman Bank.

Soal  bahan baku yang biasanya dikeluhkan oleh para pengusaha, Rafi tidak mempersoalkan masalah tersebut. Bahan baku eceng gondok bisa ia peroleh dengan mudah, karena di tempat tinggalnya berdekatan dengan rawa yang memang banyak terdapat eceng gondok.

Jika dulu ia mencari sendiri eceng gondok tersebut, kini ia mengerahkan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan eceng gondok itu. Biasanya ia membeli Rp 3.500/kg eceng gondok kering atau Rp 1.500/kg untuk eceng gondok basah.

Agar eceng gondok bisa dipakai, eceng gondok harus dalam kondisi kering. Jika ingin eceng gondok yang berbentuk lembaran, maka pertama-tama kupas eceng gondok untuk dibuang isinya. Setelah itu baru kemudian dijemur.

Proses pengeringan biasanya memakan waktu selama 3 hari. Yang perlu diingat dalam proses pengeringan adalah jangan sampai eceng gondok bersentuhan dengan tanah karena akan menimbulkan jamur. Jika sudah demikian, maka eceng gondok tidak bisa dipakai lagi.

Isi eceng gondok ternyata juga tak kalah bermanfaat dibanding kulitnya. Isi eceng gondok yang telah dihancurkan kemudian dicampur dengan lem ternyata juga bisa bermanfaat untuk membuat produk kreatif.

Setelah berbentuk bubur dan dicampur dengan lem, cetak bubur tersebut sesuai keinginan. Salah satu produk Geni Art yang terbuat dari bubur isi eceng gondok adalah tutup lampu.

Dengan ide kreatif dan larisnya pembeli, dalam sebulan Rafi bisa memperoleh omzet sekitar Rp 8 juta/bulan. Pengeluaran yang dikeluarkan untuk usaha ini-pun tidak terlalu besar. Untuk memenuhi permintaan konsumen, dalam sebulan Rafi bisa menghabiskan 150 kg eceng gondok, 10 kaleng lem (30 kg/kaleng), dan 50 kertas daur ulang.

Rafi berharap agar usaha kreatif eceng gondok semakin berkembang dan diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran. Kini, Rafi telah memiliki showroom sendiri di rumahnya. Ia berharap kelak showroom tersebut bisa digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan berbagai hasil kerajinan kretaif di tempatnya.

Jika Anda mempunyai ide kreatif, munculkan ide Anda dalam bentuk sebuah produk. Jika sudah demikian, maka Anda akan mendulang kesuksesan yang sama seperti Rafi Hartono, pemilik Geni Art.


Sumber : kisahsukses.info


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar