R. Winardi, Raup Laba dari Budidaya Lavender

  • R. Winardi, Raup Laba dari Budidaya Lavender

Lavendel atau tenar sebagai lavender (Lavandula angustifolia) adalah tumbuhan dari suku lamiaceae yang memiliki 25-30 spesies. Selain dapat dijadikan sebagai tanaman hias, lavender juga bisa berfungsi sebagai pengusir nyamuk.

Lantaran memiliki fungsi ganda, banyak orang tertarik memelihara tanaman ini. Peluang inilah yang dimanfaatkan R. Winardi, warga Tangerang, Banten.

Ia menekuni usaha ini sejak tahun 2007 di bawah bendera usaha Wins Cultura. "Lavender termasuk tanaman hias yang punya banyak kelebihan sehingga banyak penggemarnya," kata Winardi.

Sebagai tanaman hias, lavender memiliki bentuk daun yang bagus dan tebal. Lavender juga memiliki bunga dengan aroma wangi dan sedap dipandang mata.

Tidak saja indah dari segi fisik, lavender juga mampu mengusir nyamuk. Selain itu, "Lavender juga bisa menyerap CO2," kata Winardi.

Tanaman ini tidak disukai nyamuk karena mengandung zat linalool dan lynalyl acetate. Kendati memiliki banyak manfaat, harga bunga ini relatif murah.

Oleh Winardi, bunga ini dibanderol Rp 5.000 per pohon dengan ketinggian 15 centimeter (cm)-20 cm. "Usianya sekitar tiga bulan," ujarnya.

Winardi mengaku, meski peminatnya banyak, tapi pasar lavender pasang surut. Ia bilang, pada 2008-2010 permintaan cukup tinggi dan kembali turun di tahun 2011. "Tetapi tahun 2012 ini sedang membaik lagi," ujarnya.

Lelaki 62 tahun ini menyatakan, bila kondisi pasar sedang bagus, ia bisa menjual 4.000-5.000 pohon setiap bulan. Bila pesanan melebihi kapasitas, ia akan meminta tambahan pasokan dari rekannya yang juga pembudidaya lavender di Bogor.

Dari lavender, Winardi meraih omzet Rp 20 juta per bulan. Ia mengaku pelanggan lavender datang dari semua kalangan, mulai dari korporat, instansi pemerintah, dan kolektor tanaman.

Selama ini, ia banyak menerima pesanan dari wilayah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Pemain lainnya adalah Christian Kuswanto, pemilik PT Warna Indah Bintang Agrobis di Cengkareng, Banten.

Menurutnya, pasar lavender tak pernah mati mengingat fungsinya sebagai pengusir nyamuk. Christian bilang, saat ini yang masih banyak memesan lavender adalah pemilik kafe, restoran outdoor, dan rumahsakit yang juga memiliki yang banyak tempat di luar ruangan. "Rumah makan atau kafe outdoor perlu lavender untuk mengusir nyamuk," ujarnya.

Dalam sebulan, ia bisa menjual 500 pohon. Dengan harga jual Rp 10.000-Rp 15.000 per polybag, omzet yang diperolehnya sekitar Rp 7 juta per bulan.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar