Omzet mengembang berkat bakpao serupa buah

  • Omzet mengembang berkat bakpao serupa buah

Bakpao sudah menjadi kudapan yang jamak ditemui. Yayang pun mengembangkan bentuk baru bakpao yang tak hanya bulat, tapi berbentuk buah-buahan. Berkat inovasi produk ini, ia pun berhasil meraup omzet Rp 100 juta sebulan.

Salah satu kunci keberhasilan suatu usaha adalah inovasi yang tiada henti. Begitu pula pada usaha makanan, inovasi pada rasa dan bentuk mampu mempengaruhi penjualan. Alhasil, pengusaha bisa mendongkrak penghasilannya. 

Inovasi ini juga yang dilakukan Yayang Suryana Widjaja, pemilik toko kue Andy Yang Pastry. Di gerainya yang terletak di Jalan Dalekaum Nomor 74, dekat alun-alun Bandung, Jawa Barat, selain menjual pelbagai jenis roti, pastry, cookies, dan kue tradisional, Yayang juga menyajikan bakpao yang unik dengan bentuk buah-buahan. 

Yayang mendapat ide pembuatan bakpao buah secara tak sengaja. Pada Juli 2010, ia memperoleh pesanan dari seorang pelanggan berupa bakpao berbentuk buah. Yayang yang pernah ikut kursus membuat kue ini pun lantas memodifikasi bakpaonya.

Akhirnya, ia bisa membuat empat bentuk bakpao buah. Tak hanya untuk memenuhi pesanan, bakpao buah itu juga dijajakannya. "Setelah melihat respon konsumen yang sangat bangus, saya memutuskan untuk menjualnya juga di toko," kata pria 37 tahun ini. 

Yayang menawarkan 10 macam bakpao buah dan sayur mayur. Bentuk buah dan sayur yang dipakai sebagai model adalah stroberi, pear, tomat, apel, wortel, persik, labu, terong, jeruk, dan lemon. 

Seperti bentuk aslinya, bakpao karya Yayang juga punya daun dan tangkai. Daun dan tangkai ini dibuat dengan menggunakan pewarna alami melalui teknik airbrush

Meski berwujud buah, isi bakpao buatan Yayang tak mewakili bentuknya. Ia tetap mengisi bakpaonya dengan kacang merah, kacang pandan, kacang hitam, dan kacang hijau. 

Yayang mematok harga Rp 6.000 per bakpao. Dia pun mengemas bakpao dalam kotak yang menarik. Satu kotak berisi 10 bakpao yang terdiri dari 10 bentuk buah. Jadi, "Bisa buat bingkisan dan parsel untuk arisan, hantaran, dan ulang tahun," kata Yayang.

Para pembeli bakpao adalah keluarga dan wisatawan yang datang ke Bandung. Yayang bercerita, ada orang Kalimantan dan Papua membeli bakpao bikinannya sebagai buah tangan dari Bandung. 

Dari pemasaran via internet, Yayang kerap dibanjiri pesanan dari Jakarta, Lampung, dan Palembang. Ia menggunakan layanan pengiriman kilat untuk mengirim bakpao ke luar Pulau Jawa. "Karena daya tahan bakpao hanya dua hari," ungkap Yayang. Dan, ia tak menggunakan bahan pengawet dalam pembuatan panganan yang dijualnya.

Ia pun memberi tip bagi pelanggannya jika ingin menyimpan bakpao. Bakpao cukup dimasukkan dalam lemari pendingin. Lalu, dikukus selama 15 menit sebelum disantap.

Dari tangan empat pegawai ditambah Yayang dan istrinya, dalam sehari Andy Yang Pastry mampu memproduksi hingga 600 bakpao per hari. Omzetnya bisa mencapai Rp 108 juta dalam sebulan.

Yayang dan pegawainya membuat bakpao buah tanpa cetakan. Mereka hanya mengandalkan ketrampilan tangan saja. Tapi, tak semua karyawannya bisa membentuk buah di badan bakpao. 

Pesanan bakpao buah meningkat drastis menjelang hari raya, seperti Lebaran, Imlek, Natal, dan Tahun Baru. "Bisa 100 boks per hari," ujar Yayang. 

Kini, bakpao buah sudah menjadi salah satu ciri khas Bandung. Tak heran, permintaan pun sering datang dari luar Jawa.

Namun sayang, Yayang belum punya rencana mendirikan cabang. Lantaran, "Keterbatasan sumber daya manusia. Lagipula saya ingin menjaga kualitas bakpao buah buatan saya," katanya.




Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar