MESKI SEDERHANA, USAHA WARUNG GUDEG DI SOLO INI JADI LANGGANAN ARTIS

  • MESKI SEDERHANA, USAHA WARUNG GUDEG DI SOLO INI JADI LANGGANAN ARTIS

Salah satu warung di tepi Jalan Gatot Subroto, Kemlayan, Serengan, Solo nampak tak berbeda dengan usaha warung gudeg pinggir jalan lainnya. Namun, ketika masuk, mata akan dikejutkan dengan deretan foto artis dan tokoh nasional yang pernah berkunjung ke sana.

Ialah warung gudeg Bu Mari yang telah menjajakan masakan gudeg ceker selama hampir setengah abad lamanya. Generasi kedua, putri ketiga almarhumah Bu Mari, Darwanti kini yang dipercaya memegang pengelolaan warung ini.

Meski terbilang sederhana, usaha warung gudeg ini ternyata menjadi jujukan para tokoh nasional dan publik figur. Artis kenamaan seperti Ivan Gunawan, hingga tokoh politik besar Megawati Soekarno Putri, Amien Rais, dan Hidayat Nur Wahid pernah mencicipi kenikmatan gudeg ceker buatan Darwanti.

“Awalnya yang pertama datang Pak Amien Rais dulu, setelah itu datang tokoh-tokoh lainnya,” kenang wanita yang akrab dipanggil Atik tersebut.

Tanggapan positif tokoh politik nasional itu menular cepat via getok tular atau dari mulut ke mulut. Atik mengatakan para publik figure tersebut pasti menanyakan sajian ceker rebus sebagai peneman makan nasi gudeg.

Berbeda dengan gudeg Yogyakarta, gudeg Bu Mari warnanya terlihat lebih pucat. Atik menggunakan resep keluarga dan meracik bumbu sendiri. Dari 15 karyawan yang setiap hari bergantian membantu Atik, tak ada satu pun yang tahu resep tersebut.

Meski begitu, Atik tidak pelit membeberkan salah satu alasan gudegnya banyak penggemar. Atik sengaja tidak menggunakan salam dan laos untuk masakan gudegnya tersebut. Selain itu, ia sangat teliti saat memasak sehingga prosesnya pun bisa memakan waktu hingga dua hari.

Warung Gudeg Ini Buka Hampir 24 Jam

Gudeg bukanlah makanan mewah. Namun di tangan Atik, makanan tradisional berbahan nangka muda itu disulap menjadi makanan nikmat. Tak tanggung-tanggung gudeg ceker pun jadi menu langganan kalangan artis dan para tokoh nasional.

Selain kalangan publik figur, Atik memiliki banyak pelanggan masyarakat Solo. Bahkan ada yang menjadi pelanggan selama puluhan tahun. “Rasanya lebih gurih beda dengan gudeg lain. Lidah saya sepertinya sudah cocok, Mas, ndak bisa kalau disuruh makan gudeg di tempat lain,” ungkap Ambar Suprapti, salah satu pelanggan warung gudeg Bu Mari yang setia selama 20 tahun.

Demi para pelanggan setia tersebut, Atik pun memberanikan diri untuk membuka warungnya hampir sehari penuh. Bahkan tengah malam pun ia siap melayani pembeli. “Kalau saya istirahatnya paling hanya sebentar waktu sore, nanti buka lagi sampai pagi,” kata Atik.

Buka malam hari, warung gudeg Bu Mari malah tenar sebagai pilihan wisata kuliner malam di Solo. Rata-rata para pengunjung berbondong datang selepas pukul 6 petang. Bahkan banyak pembeli yang datang tengah malam untuk menikmati hangatnya gudeg ceker Bu Mari.

Mitos Nasib Baik

Boleh jadi Atik sangat bersyukur warung gudegnya berada di tempatnya sekarang di Jalan Gatot Subroto. Pasalnya Atik pernah pindah ke tempat lain yang lebih besar, namun justru omzetnya turun. Akhirnya Atik memutuskan untuk kembali ke tempat lamanya kini.

Tuah tempatnya saat ini dirasa  baik. Atik pun belum memiliki rencana membuka cabang di tempat lain. “Pernah pindah ke tempat lain tapi sepi. Sepertinya orang sudah terlanjur tahunya gudeg Bu Mari ya di sini,” ungkap Atik sembari tersenyum.

Satu porsi nasi gudeg di warung gudeg Bu Mari bervariasi harganya tergantung macam isian yang diinginkan. Harganya berkisar 10 ribu untuk nasi gudeg biasa, hingga 30 ribu rupiah dengan tambahan daging ayam paha atas.

Dan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan, Atik berencana menjalin kerja sama dengan salah satu jasa antar makanan di Solo. “Sedang kami usahakan kerja sama. Itu supaya para pelanggan lebih mudah menikmati gudeg di sini,” tutup Atik.




Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar