Meraup Laba dari Menu Berbahan Ikan Gurame

  • Meraup Laba dari Menu Berbahan Ikan Gurame

Keberadaan tempat berlatih taekwondo UTI Pro, Jeet Kune Do, karate kyokushinkaikan, kursus vokal, senam aerobik, futsal, panggung musik, dan jaringan internet membuktikan Akuarium Resto Pendekar Gurame di Jalan Wibawa Mukti 2 Nomor 81, Jatiasih, Kota Bekasi, jelas bukan sekadar rumah makan.

Namun, seperti gelar yang disandang, yakni ”pendekar gurame”, jagoan restoran bukanlah pelbagai fasilitas itu, melainkan menu masakan, terutama berbahan ikan gurame.

Dari buku menu, Akuarium menyediakan hampir 100 jenis makanan dan hampir 50 jenis minuman. Ada D’ Pendekar Gurame, D’ Sundanese Food (timbel, ayam, daging gepuk, karedok, pesmol, pepes, tahu-tempe, lalapan, sambal), D’ Sea Food (udang, cumi, dan kepiting), D’ Oriental Food (nasi, mi, kwetiau goreng, balacan kangkung dan kacang panjang, capcay, tahu jepang, sapo tahu, sapi lada hitam).

Selain itu, D’ Iga, Buntut, & Steak (sop dan steak), D’ Spaghetti Bolognaise dan Chili Sauce, D’ Iseng atau kudapan (gurame krispi, siomay, calamary, pancake, pisang, dan kentang goreng). Untuk minuman ada D’ Drink, D’ Juice, D’ Coffe, D’ Milkshake & Ice Cream, dan D’ Cold Drink.

Sang pemilik Arief Ontowiryo mengatakan, pelbagai menu yang disajikan merupakan yang terbaik dan laku di kalangan pengunjung.

”Seperti polisi, menu-menu diteliti, yang enggak diminati tidak akan dibuat lagi,” kata Arief yang menjadi orangtua tunggal bagi anak lelaki semata wayang.

Restoran yang menjadi tempat 40 karyawan tinggal sekaligus Arief mengelola bisnis ini dulunya merupakan kolam-kolam budidaya ikan. Orangtuanya membeli lahan luas itu pada 1972, yang direncanakan untuk rumah pensiun. Namun, lahan itu diwariskan kepada Arief.

Untuk memulai usaha rumah makan tersebut, Arief mempersiapkan sejak lama. Mengumpulkan sedikit-sedikit dari yang kecil. Meja dan kursi restoran dibeli dari Pasuruan saat dirinya bertugas di Polda Jatim. Saat ditugaskan ke Polda Jabar lalu Polda Metro Jaya, Arief menjadi punya waktu untuk mengembangkan usaha resto. 

Apalagi, sejak sakit yang sulit diobati dan mengganggu pekerjaan sebagai perwira menengah, Arief memilih mengundurkan diri dari Polri pada 2010. Sejak itu, Arief kian berkonsentrasi mengembangkan bisnis. Jerih payah terbayar, usaha Arief sekarang semakin berkembang. 



Sumber : ayopreneur.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar