MENDULANG UNTUNG DARI KERAJINAN MEMAHAT ES BATU

  • MENDULANG UNTUNG DARI KERAJINAN MEMAHAT ES BATU

Pernahkah Anda melihat patung es beragam bentuk dalam sebuah acara pernikahan, open house atau acara penting lainnya? Jika pernah, bisa jadi itu merupakan salah satu kreasi dari Adri Syah yang berprofesi sebagai ice carving artist di Jakarta.

Yang dimaksud dengan ice carving sendiri merupakan profesi mengukir atau memahat sebuah balok es untuk disusun menjadi sebuah karya seni indah yang digunakan sebagai hiasan tambahan atau dekorasi suatu ruangan. Kemahiran Adry dalam memahat batu es terasah saat dirinya bekerja selama puluhan tahun di beberapa hotel di Indonesia di bidang Food & Beverage dan Kitchen Art. Hingga sampai suatu ketika dia berencana untuk bekerja freelance di bidang carving artist.

“Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang karena saya yakin dengan profesi ini” kata Adri yang saat ini aktif menjadi pemahat es batu sekaligus merintis bisnis jasa Ice Carving Yolayoli di Jakarta.

Bak gayung bersambut, order pun berdatangan dan selanjutnya Ia didaulat untuk menjadi ice carving artist pada acara pernikahan, acara kantor sampai hotel. Adri pun bersama dua orang temannya mendirikan Ice Craving Yolayoli di kawasan Cijantung. “Sekarang tidak lagi di Cijantung mengingat biaya listriknya mahal, jadi saat ini kami memahat es langsung ketika sedang acara” tutur Adry.

Perihal nama Yolayoli, diambil Adry lantaran terdengar lucu namanya, dengan begitu orang-orang mudah ingat dengan nama itu. “Untuk menghasilkan kreasi patung es yang bagus itu selain dari kemampuan pemahat juga tergantung pada material es yang digunakannya. Biasanya material untuk es craving ada dua jenis, yaitu es sambung dan es utuh. Masing-masing mempunyai kelebihan sendiri dan keduanya dapat dijadikan material untuk pahatannya. Hanya saja pahatan es tidak akan lebih jika menggunakan es berjenis clear. Karena di es clear tidak ada rongga udaranya, walaupun saya sekarang ini masih memakai es sambung karena ada beberapa yang bening“ katanya.

Sebelum memahat di sebuah balok es, biasanya Adri membuat sketsanya terlebih dahulu. “Kebetulan saya sempat kuliah Teknik Informatika dan cukup paham tentang 3D, jadi apa yang dipelajari dulu sangat membantu profesi saya saat ini. Setelah sketsa kelar dikerjakan, sebelum memahat saya akan memberikannya kepada klien. Jika klien suka maka kami pun akan memahatnya,” ujarnya.

Adri tak memungkiri ada kepuasaan tersendiri saat patung es nya rampung. “Rasanya tak bisa digambarkan, apalagi jika karya itu banyak klien yang menyukainya, tutur Adri. Dia juga menambahkan jika proses pengerjaan patung cukup detail dan rumit, jadi rasa puas batin tak ayal dirasakannya ketika berhasil menyelesaikan ice carving pesanan klien. “Ya apalagi saya tipenya bukan yang old school karena semakin banyak tantangan akan semakin bagus,” imbuhnya.

Lika Liku Jadi Ice Carving Artist

Banyak lika liku yang terjadi selama Adri mengembangkan bisnis jasa ice carving. Berbeda halnya dengan pahat patung, dalam ice carving Adri harus kejar-kejaran dengan waktu. “Jakarta tahu sendiri cuacanya kadang-kadang panas dan saya berupaya jangan sampai balok es yang kita buat ini meleleh,” bilangnya.

Selain itu pernah suatu ketika dirinya dihelat untuk tampil dalam acara di pulau Dewata, ada suatu kejadian unik. Ketika tampil di Jimbaran, pada saat bersamaan tak jauh dari mereka ada band yang tampil. Namun apa yang terjadi ternyata diluar dugaan, pikir Adri mungkin es carving masih awam di masyarakat. Tak pelak mata penonton tertuju pada aksi mereka, bukan pada band yang tampil.“Mungkin karena suara chainsaw (gergaji mesin) yang berisik ya jadi orang pada heran,” tutur Adri

Tak hanya itu, Adri bercerita juga saat didaulat dalam suatu acara di wilayah Jakarta Barat. Entah lagi apes mungkin pikirnya, timnya terlambat untuk datang ke acara. “Cemas juga waktu itu jangan-jangan pada kecewa nanti. Tapi lagi-lagi, dewi fortuna berpihak kepada saya, ketika ditampilkan banyak tamu yang bilang bagus. Ya syukurlah akhirnya banyak yang suka dengan hasilnya,” katanya bangga.

Pernah Ikut Kompetisi Internasional di Jepang

Pada tahun 2004, bersama teman-temannya Adri sempat mewakili Indonesia di International Show di Sapporo, Jepang. Acara ini merupakan acara tahunan yang biasa dihelat di Jepang dengan menggunakan media salju. Mereka berkesempatan ikut, kenang Adri, merupakan sebuah kesempatan emas buat unjuk bakat. “Es yang digunakannya waktu itu dari salju yang dipadatkan” kenang dia.

Masing-masing peserta membuat patungnya sendiri. Lantas mereka menjatuhkan pilihan untuk membuat menara Eiffel lengkap dengan detail kota-kota sekitarnya. Tapi Menara Eiffel-nya tak berhasil merebut juara pertama di ajang kompetisi itu. “Kami hanya juara ketiga, karena juara pertama dan keduanya malah membuat becak dan Candi Borobudur, wah rasanya menyesal sekali kita orang Indonesia malah lupa dengan hal seperti itu” kata Adri.





Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar