Memproduksi Tempe Keripik Beromzet Ratusan Juta

  • Memproduksi Tempe Keripik Beromzet Ratusan Juta

Tempe keripik merupakan panganan tradisional yang digilai oleh masyarakat dari berbagai macam kalangan. Rasanya yang gurih menjadikan tempe keripik bisa dinikmati sebagai camilan saat santai maupun lauk ketika santap makan. Dewasa ini keripik tempe bukan lagi dikenal sebagai makanan tradisional yang dijadikan camilan pelengkap semata. Namun, seiring dengan banyaknya pihak yang menggemarinya, tempe keripik kini bisa dijadikan peluang bisnis yang beromzet ratusan juta Rupiah. Peluang itulah yang selama ini telah ‘digarap’ oleh Ibu Eni Nurhidayati (36) dengan mendirikan usaha pembuatan tempe keripik “Mbak Enik”.

Ditemui di rumahnya Jln. A.Yani Purwodadi, Kamis (24/5), Ibu Enik yang didampingi suaminya Bapak Rukani (42) mengungkapkan latar belakang menggeluti usaha produksi tempe keripiknya tersebut. “Awal mula tercetus ide menjalani usaha ini dikarenakan dulunya sering bantu-bantu ibu yang juga memproduksi tempe keripik, dari situ saya belajar tentang proses pembuatan, hingga mampu mendirikan usaha sendiri seperti saat ini,” ujarnya. Tahun 1999 menjadi langkah awal ibu 2 orang putra tersebut memutuskan terjun menggeluti produksi tempe keripik dengan dibantu suaminya.

“Waktu itu belum terfikir menggunakan merk dagang, bahkan selama 7 tahun berjalan kami belum menggunakan brand apapun, baru setelah mendapat pelatihan dari dinas terkait, kami memutuskan menggunakan nama Keripik Tempe Mbak Enik,” imbuh Ibu Enik. Respon positif yang ditunjukkan pasar terhadap produknya itu membuat Ibu Enik semakin termotivasi untuk serius menekuninya. Bahkan kini, dengan dibantu 12 orang tenaga produksinya, beliau mampu memproduksi 4.500 biji tempe keripik setiap harinya.

Info Bisnis

Ketika ditanya tentang keunggulan tempe keripiknya jika dibandingkan dengan produk sejenis lainnya, Ibu Enik tanpa ragu menyebut cita rasa tempe keripiknya lebih terasa. “Yang pasti lebih terasa tempenya, itu yang sering disampaikan para konsumen ketika membeli dan merasakan tempe keripik ini,” jelasnya sembari tersenyum. Sekilas, tempe keripik kreasi Ibu Enik memang terlihat berbeda jika dibandingkan dengan tempe keripik kebanyakan. Dengan bentuk yang besar dan lebar menjadikan tempe keripik Ibu Enik mudah dikenali dan itu yang menjadi ciri khas produk keripik kreasinya.

Tempe Keripik Mbak Enik kini dipasarkan dengan harga yang cukup bervariasi. “Untuk harga di pasaran kami jual dengan harga Rp.850,00/ biji, biasanya kami kemas 10 biji per bungkusnya, sementara untuk agen kami patok harga Rp.750,00/ bijinya,” terangnya. Selama ini Ibu Enik memang memasarkan produknya melalui agen-agen yang sudah tersebar ke berbagai kota, diantaranya Rembang, Kudus, Semarang, dan Ambarawa. Dengan sistem tersebut, beliau kini hanya fokus dalam proses produksi, karena untuk urusan pemasaran sudah di handle penuh oleh para agennya.

Untuk memaksimalkan proses produksi, saat ini Ibu Enik juga telah menggunakan teknologi dalam mengolah keripik-keripiknya. “Dengan permintaan yang semakin tinggi, otomatis kami juga harus mengimbanginya dengan memperbanyak kuantitas produksi, oleh karena itu kami saat ini menggunakan mesin slicer tempe agar permintaan tersebut bisa terpenuhi semuanya,” imbuh Ibu Enik. Meskipun diakui saat ini kompetisi dalam usaha tersebut sangat ketat, namun Ibu Enik mengaku omzet penjualannya kini mencapai 130 juta Rupiah/ bulannya.

Kendati sudah memiliki omzet yang terbilang fantastis, namun Ibu Enik mengaku masih sering terkendala dengan modal, tenaga kerja, dan pemasaran. Untuk itulah, Ibu Enik masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang ingin menjadi agen produk keripiknya. “Saat ini tidak ada syarat khusus untuk bisa menjadi agen keripik produksi kami,” ujar Ibu Enik.





Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar