Kriuk…Meraup Untung Besar Dari Bisnis Kerupuk

  • Kriuk…Meraup Untung Besar Dari Bisnis Kerupuk

Menjalankan bisnis sambil kuliah merupakan tantangan tersendiri. Begitu pula yang dirasakan oleh Dean Michael Reyhan (25). Kini, dirinya tinggal menikmati buah dari hasil jerih payahnya selama ini.

 

Bisa Anda ceritakan awal mula menjalankan bisnis?

Sebenarnya saya menjalankan bisnis bermula dari sebuah project salah satu mata kuliah dimana saya dan beberapa orang teman dituntut untuk membuat sebuah business plan. Dari project tersebut saya belajar analisa pasar dan akhirnya serius menggeluti dunia bisnis. Tahun 2009 saya mulai membuka kantin untuk berjualan aneka macam snack yang menjadi solusi bagi mahasiswa yang sedang lapar. Saya melihat ada peluang untuk menjalankan bisnis ini dan akhirnya berjalan hingga sekarang.

 

Apa jam kuliah tidak terganggu dengan aktivitas bisnis?

Itu menjadi tantangan tersendiri mas. Saat menjalankan bisnis, kita memang harus dituntut untuk fokus agar apa yang menjadi tujuan bisnis dapat tercapai. Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai mengatur waktu antara bisnis dan mengikuti perkuliahan. Dengan manajemen waktu yang baik, akhirnya semua aktivitas tidak ada yang terbengkalai.

Tapi bukan berarti saya tidak pernah meninggalkan perkuliahan. Suatu hari, karyawan kantin saya meminta ijin dengan mengirim sms pada pagi harinya. Padahal, pada waktu yang sama, saya juga ada kuliah pagi. Akhirnya saya pun tidak mengikuti perkuliahan pagi itu karena harus menjaga kantin. Itu saya lakukan agar kantin tetap buka meskipun harus saya sendiri yang menjaganya. Sedangkan untuk materi kuliah saya minta ke dosen, tetapi mata kuliah saya tidak failed karena memang ada jatah absen yang dapat saya gunakan.

Anda juga menjalankan bisnis kerupuk, bisa Anda ceritakan?

Bisnis kerupuk ini merupakan bisnis keluarga yang sudah lama dijalankan. Saya hanya berusaha untuk mengembangkan apa yang sudah ada. Maklum saja, dunia bisnis kan juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, terutama dalam hal strategi marketing. Oleh karena itu, saya mencoba untuk mengembangkannya dengan ilmu bisnis yang saya peroleh dari bangku kuliah dimana selama ini belum pernah dijalankan oleh orang tua saya. Sejak tahun 2010, saya mengembangkan bisnis kerupuk ini dengan menitipkannya di restoran, depot, kantin sekolah maupun warung makanan yang lainnya.

 

Wah, mas dapat untung besar dong dari banyaknya bisnis yang dijalankan?

Ya, cukuplah kalau untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Karena sejak awal memulai bisnis pun saya memiliki tujuan agar dapat membahagiakan kedua orang tua. Kerupuk Mr J dan si Kura Emas ternyata memang dapat diterima masyarkat dengan baik. Strategi penjualan yang saya lakukan berhasil dan menunjukkan perubahan keuntungan yang sangat signifikan. Bahkan, kerupuk khusus vegetarian pun juga dapat diterima dengan baik. Semua ini berkat kerja keras dan adanya campur tangan Tuhan sehingga saya mendapat rejeki yang lebih dari cukup.

 

Apa tidak pernah terpikir untuk bekerja di bidang lain?

Sebenarnya, sebelum terjun di dunia bisnis saya pernah bekerja di sebuah MLM produk kosmetik ternama. Orang tua saya pun sedikit keberatan jika saya terjun di dunia MLM. Tapi, saya ikut MLM dengan tujuan untuk memperluas network agar lebih banyak berkenalan dengan orang lain. Bahkan, pada tahun 2008 saya juga pernah terjun di pasar saham. Tapi, itu saya lakukan hanya untuk mempelajari strategi bisnis yang ada didalamnya saja. Dari keduanya, saya pun mendapatkan banyak pengalaman untuk memperluas strategi bisnis yang saya jalankan.

 

Apa target kedepan dari mas yang ingin segera terealisasi?

Seperti semua pebisnis pada umumnya, maka saya juga punya impian agar kerupuk Mr J dan si Kura Emas juga dapat diterima pasar internasional. Perlahan, keinginan tersebut pasti akan segera terwujud. Tapi sebelum hal itu terjadi, saya ingin membeli sebuah rumah khusus untuk tempat produksi. Dengan adanya tempat khusus untuk produksi maka diharapkan kuantitas yang dihasilkan pun akan semakin meningkat.

 

Pernahkan merasa jenuh menjalankan bisnis dan bagaimana Anda mengatasinya?

Ya, setiap orang pasti akan mengalami fase kebosanan, begitu pula dengan saya. Untuk mengatasinya, biasanya saya akan melakukan semacam meditasi atau berkontemplasi kenapa saya awalnya harus memutuskan untuk memulai berbisnis jika pada akhirnya harus berhenti. Dengan selalu mengingat awal tujuan berbisnis maka saya akan kembali termotivasi untuk menjalankan bisnis. Tidak hanya itu saja, saya juga akan banyak meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan keluarga. Dengan begitu maka saya akan banyak mendapatkan masukan sehingga terkadang akan muncul sebuah ide baru untuk tetap semangat menjalankan bisnis.

 

Kira-kira apa yang harus dilakukan supaya bisnis tetap dapat bertahan?

Menjalankan bisnis itu sebaiknya harus dimulai dari apa yang kita sukai terlebih dulu. Dalam bisnis terdapat rumusan IPE (Integritas, Profesional dan Entrepreneurship). Artinya, seseorang harus memiliki integritas yang tinggi agar dipercaya banyak orang sehingga dapat meningkatkan keuntungan yang besar. Kemudian, menjalankan bisnis juga harus profesional dimana seseorang harus memiliki keahlian di bidang tersebut. Dan terakhir, memiliki jiwa entrepreneurship untuk terus melakukan inovasi agar produk-produk yang dihasilkan akan menjadi yang terbaik dan selalu menjadi pilihan customer. Terakhir, seperti yang saya sampaikan tadi, jangan lupa untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap kesempatan. Termasuk juga dalam menjalankan bisnis.


Sumber : studentpreneur.co


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar