Kisah sukses Zaky, gagal jual mie ayam kini punya pegawai 320 orang

  • Kisah sukses Zaky, gagal jual mie ayam kini punya pegawai 320 orang

Menjadi pebisnis besar tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kerikil tajam yang harus dilalui agar bisa mencapai puncak tertinggi sebuah kesuksesan.

Hal itulah yang dirasakan oleh Achmad Zaky, CEO sekaligus Founder salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, yakni bukalapak.com. Menjadi bos besar tidak pernah ada di benaknya selama ini, tapi kemauan dan keinginannya yang kuat mampu membawanya terbang tinggi di dunia bisnis.

"Tidak pernah kepikiran jadi pengusaha, dulu cita-cita jadi insinyur, eh sekarang jadi pengusaha," ujar Zaky di Universitas Indonesia, Depok, beberapa waktu lalu.

Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini bercerita, pada waktu 10 tahun lalu dia memulai bisnisnya dengan berjualan mie ayam. Namun usaha ini tidak bertahan lama. "Cuma 6 bulan jualan mie ayam, enggak ada pelanggannya akhirnya kita gulung tikar. Enggak fokus juga sih karena masih kuliah," ucapnya.

Meski telah gagal, Zaky kembali bangkit dan belajar banyak menggeluti dunia bisnis. Sampai akhirnya pada Januari 2010 dia bersama seorang rekannya mendirikan e-commerce dengan merek dagang Bukalapak.com.

'Berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian', pepatah tersebut sepertinya berlaku untuk Zaky dan rekannya. Di awal membangun usaha e-commercenya, Zaky kerap mengalami jatuh bangun.

Pria kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986 ini memulai bisnis e-commercenya hanya dengan beberapa lembar uang seratur ribu yang digunakan untuk membeli domain dan hosting yang dibayarkannya setiap bulan.

"Bukalapak ini awalnya hanya 2 orang terus lama-lama berkembang sampai sekarang itu perjuangannya luar biasa di era-era awal membangun. Saya melawan diri saya sendiri, barang harus ada. Melawan stignis apaan nih barang baru?," ungkapnya.

"Setelah 1,5 tahun kita merekrut tim yang bagus-bagus eh gagal. Karena kita enggak ngerti baru lulus sudah manage orang. Baru setelah itu belajar rekrut orang lagi, kita pilah mana yang benar-benar terbaik dan itu akhirnya paham caranya dan sampai sekarang," sambungnya.

Setelah 6 tahun jatuh bangun di dunia e-commerce, kini usahanya sudah membuahkan hasil. Selain menghasilkan pundi-pundi yang menggiurkan di kantong, dirinya juga mampu mempekerjakan 320 karyawan.

"Dari situ saya belajar bisnis harus dipersiapkan positioningnya, jangan ditinggalkan jika gagal. Semakin banyak gagal, maka akan semakin banyak kita belajar untuk semakin lebih baik," pungkasnya.





Sumber : merdeka.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar