Kisah Sukses Sugiono Memperoleh Gulungan Laba Dari Usaha Kue Gulung

  • Kisah Sukses Sugiono Memperoleh Gulungan Laba Dari Usaha Kue Gulung

Kemampuan mengemas bisnis terkadang bisa menjadi kunci keberhasilan seorang pengusaha. Begitu yang dialami oleh Sugiono yang sukses mengemas bisnis kue gulung. 

Pria pensiunan seorang montir ini akhirnya memilih membuka usaha pembuatan kue semprong atau gulung hanya bermodalkan Rp 400.000, untuk membeli cetakan dan bahan baku adonan dan kompor.

Kue gulung? mungkin bagi sebagian orang kurang akrab dengan nama kue ini. Kue semprong atau kue gulung identik dengan kue makanan rakyat dengan bentuk sederhana hanya digulung-gulung memanjang dengan cita rasa renyah seperti krupuk.

Kisah suksesnya berawalnya pada tahun 2003 lalu, pada waktu itu ia mengaku kebingungan usai pensiun dari seorang montir. Pria yang mengaku  yang saat ini berumur 76 tahun ini resah dengan masa pensiunnya tanpa ada kegiatan.

"Pada suatu hari saya main ke tempat adik, lalu diajarkan pembuatan kue semprong, tapi memang adik saya waktu itu juga masih sambilan," kenang Sugiono.

Kemampuan membuat kue gulung itu akhirnya ia praktekan dengan membuat secara iseng-iseng di rumah, sesekali hasil karyanya ia suguhkan  ke setiap tamu yang datang ke rumahnya. Maklum saja, salah seorang anaknya berprofesi menjadi pelukis tak heran setiap hari ada pemesan lukisan yang datang dan mencicipi kue buatannya.

"Sambil waktu berjalan, kata orang-orang kue gulung saya ini layak dijual," katanya.

Semenjak itu lah ia memantapkan usahanya lebih serius dengan memproduksi secara massal. Pasar pertamanya adalah mengincar pembeli dikalangan menengah atas di wilayah perkantoran. Walhasil, sungguh menakjubkan kue semprong buatannya laris manis.
 
"Wah karena direspons bagus, saya langsung saja daftarkan produk saya ke depkes," tuturnya.

Saat ini semua kegiatan usahanya ia serahkan ke putri-nya  untuk dikembangkan. Meski belum terlalu banyak saat ini ia setidaknya mampu mengerjaan 4-6 karyawan di rumahnya.

Produk kue semprongnya ia berani tawarkan mulai dari Rp 20-30.000 setiap satu pak dengan isi 30 batang. Saat ini ia hanya baru sedikit mengambangkan cita rasa yaitu rasa wijen, vanila dan rasa biasa.

"Kue semprong saya, buat segala umur. Bisa anak muda tua dan anak-anak, rasanya nggak bosenin," katanya tertawa.

Sugiono mengaku kue semprongnya laris manis mendekati Lebaran, Tahun Baru dan Natal. Dengan mengambil segmen menengah atas, tak segan-segan ia mengemas produknya semenarik mungkin dengan kemasan yang bagus. Ia mengaku saat ini omset usahanya hingga belasan-puluhan  juta per bulan.

Keberhasilan usahanya, diakuinya dari menjaga kualitas produk dengan memilih dan membuat bahan-bahan yang berkualitas. Ia tidak segan-segan mencampur adonan dengan jumlah yang berani sehingga cita rasa kue semprongnya selalu terjaga baik.

Selain itu, kata dia,  kunci utama dari keberhasilan usahanya adalah kemampuan mengemas produk, ia sadar kue semprong di pasaran selama ini dikemas apa adanya dengan tidak menarik. Ia mulai melakukan terobosan dengan membuat kemasan lebih eksklusif dengan berani memasang harga tinggi.

"Para pembeli kue semprong saya, mulai tersebar  dari wilayah Jogja, sampai depok dan Jakarta," jelasnya.





Sumber : finance.detik.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar