Kisah Developer Muda Ghofar Rozak Nazila, Boss Relife Realty

  • Kisah Developer Muda Ghofar Rozak Nazila, Boss Relife Realty

Ghofar Rozaq Nazila. Lelaki kelahiran Jepara, 3 Februari 1982 ini tergolong sebagai mahasiswa yang berprestasi di UI Depok jurusan arsitektur, lulus dengan predikat cum laude (indeks prestasi komulatif 3,6). Ghofar Rozaq Nazila adalah mahasiswa pertama yang meraih predikat cum laude selama jurusan arsitektur UI berdiri.

Setelah lulus pada Februari 2005, ia memperoleh beasiswa S2 di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dan baru akan berangkat pada akhir oktober. Sambil menunggu keberangkatannya, Ghofar Rozaq Nazila mengisi waktu dengan berjualan voucher, usaha trading (perdagangan umum) sebagai perantara, dan menjadi pemasok kebutuhan disebuah perusahaan besar. Ghofar Rozaq Nazila juga menawarkan jasa design and builddari bisnis inilah ia tertarik dalam bisnis properti.

Bisnisnya bermula dari sebuah rumah tinggal di Yogyakarta. Tanpa diduga, Ghofar Razaq Nazila bersama koleganya telah menjadi developer. Padahal usaha yang dirintisnya saat itu tanpa modal. Bisnisnya pun semakin berkembang setelah menaruh kepercayaan pada mitra kerjanya.

Krisis moneter pada tahun 1997-1998 menjadi pukulan berat bagi para developer, tapi Ghofar Rozaq Nazila dengan bendera bisnisnya "Relife Realty" masih kokoh berdiri dengan beberapa proyek yang tersebar di Depok. Di bawah panji "Relife" Ghofar Rozaq Nazila terus melebarkan sayap bisnisnya. Kota Depok dipilihnya sebagai aksi awal untuk proyeknya.

Hunian yang diberi nama Orchid Pavilion dibangun diatas tanah seluas 750 m2, menawarkan lima rumah seharga Rp250 – 350 juta/unit. Namun setelah Ghofar Rozaq Nazila membayar Rp.150 Juta untuk DP tanah, ternyata terjadi masalah yang cukup serius. Dalam kondisi masalah yang semakin berat, teman-temannya pun mundur teratur. Tetapi kecerdasan Ghofar Rozaq Nazila yang dipadu dengan kesungguhan dalam menjalani bisnis properti, akhirnya terbukti bisa merubah masalah tersebut jadi membaik.

Setelah teman-temannya mundur, Ghofar Rozaq Nazila tertantang menjadi developer tunggal, dari peristiwa pahit yang dialaminya Ghofar Rozaq Nazila semakin teguh berusaha dengan modal kepercayaan dan komitmen.

"Saya tangani sendiri semua. Mulai dari desain, legalitas, perizinan, konstruksi, penjualan sampai nyariin panci buat tukang. Alhamdulillah selesai. Di sini tidak bisa saya lupakan jasa Pak Prima Kumara, karena saat-saat sulit itu ia mempercayakan pembangunan kliniknya kepada saya," Tutur Ghofar Rozaq Nazila.

Nilai proyek klinik yang cukup besar tersebut mampu diselesaikan oleh Ghofar Rozaq Nazila dengan baik, ia pun mendapatkan income yang tidak sedikit. Pendapatan dari proyek klinik tersebut digunakan Ghofar Rozaq Nazila untuk menyelesaikan proyek Orchid Pavilion di Depok. Semua rumah di Orchid Pavilion terjual dengan surplus yang cukup besar (diatas Rp100 juta).

Kepercayaan publik terhadap Ghofar Rozaq Nazila semakin besar, hingga ia di percaya oleh sekelompok dokter untuk membangun rumah mereka di Jakarta. Keuntungan semakin besar dengan bergabungnya Prima Kumara menjadi salah satu pemilik Relife Realty. Sebelumnya Prima Kumara adalah seorang profesional di Bank Syariah.

Bisnis properti Ghofar Rozaq Nazila semakin bangkit, kemudian ia membeli tanah seluas 3,000 m2 di Jl. Juanda Depok dengan harga Rp1,15 miliar, karena uang yang dimiliki Ghofar Rozaq Nazila hanya Rp100 juta lalu ia meminta keringanan kepada penjual tanah untuk mengangsurnya selama 1,5 tahun, dan si pemilik tanah pun setuju dengan tawaran Ghofar Rozaq Nazila tersebut.

Sampai saat ini hubungan si pemilik tanah dan Ghofar Rozaq Nazila pun sudah seperti ibu dan anak, bahkan dengan anak-anaknya pun sudah seperti saudara. Di atas tanah tersebut Ghofar Rozaq Nazila mengembangkan Juanda Green Residence (19 unit) seharga Rp226 juta – 750 juta/unit. Dari proyek keduanya ini Ghofar Rozaq Nazila mendapat omzet Rp7 miliar. Dari hasil itulah Ghofar Rozaq Nazila dapat melunasi hutangnya kepada si pemilik tanah hanya dalam waktu 9 bulan.

Setelah terbebas dari krisis dan bangkit, proyek-proyek lain pun bermunculan, seperti Cimanggis Green Residence 1 dan 2, Kelapa Dua, Greenlife, Greenland dan lain-lain. Identitas perusahaan Relife Realty mulai diperjelas dengan mendirikan badan hukum (PT). Sejak saat itu PT Relife Realty mendapat dukungan dana yang banyak, karena beberapa investor mulai berdatangan.

Omzet PT. Relife Realty dibawah kepemimpinan Ghofar Rozaq Nazila telah melambung tinggi. Pada tahun 2010, omzet PT Relife Realty hampir menembus angka yang cukup fantastis yaitu Rp100 miliar, padahal Ghofar Rozaq Nazila mengakui bisnisnya itu berawal tanpa modal. Kuncinya hanya dengan pengetahuan, pengalaman, keyakinan, kerja keras, dan relasi yang kuat.

Saat ini Ghofar Rozaq Nazila masih memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan, yaitu menjadikan PT Relife Realty sebagai holding untuk 3 Strategic Business Unit (SBU) yakni bisnis property development, property management, dan property investment.

Memulai bisnis dari nol dengan tanpa modal, tapi mampu beromzet hampir mencapai Rp100 miliar. itulah gambaran sederhana dari bisnis yang dijalankan oleh Ghofar Rozaq NazilaDalam meraih sukses Ghofar Rozaq Nazila memiliki beberapa prinsip yang harus ia tempuh. Rahasia kesuksesan pemuda berusia 29 tahun ini adalah pantang menyesali jalan hidupnya, tidak pernah lari dari masalah, tapi menyelesaikannya; berkomitmen kuat dan tidak serakah; suka bergaul dan bermitra; pantang menyerah dan bekerja keras; dan tidak pernah berhenti untuk selalu belajar kepada banyak orang.

Sumber : buku "orang kreatif selalu eksis"
rewrite : selvie


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar