Hartini Darmono, Penjual Bandeng Presto yang Semakin Makmur

  • Hartini Darmono, Penjual Bandeng Presto yang Semakin Makmur

Bandeng Presto merupakan bandeng dengan tulang lunak khas Semarang, makanan ini sudah menjadi makanan yang terkenal kelezatannya oleh masyarakat luas. Bahkan Bandeng Presto sudah menjadi oleh-oleh khas kota Atlas ini, tak sedikit para pelancong dari luar kota yang datang ke semarang akan membelinya untuk oleh-oleh keluarganya.

Melihat peluang bisnis Bandeng tulang lunak ini, ibu-ibu nelayan di Kampung Purwosari, Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari Semarang, saat ini mulai membuka usaha olahan bandeng presto, salah satunya adalah ibu Hartini Darmono yang usahanya semakin tumbuh pesat.

Produk bandeng presto berbendera "Mina Makmur Bu Darmono" yang semula hanya beredar antar tetangga kini mulai merambah ke luar daerah.
Darmono mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak 25 Desember 1980 itu berawal karena rasa prihatin. Banyak ibu-ibu warga sekitar yang menggangur dan hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan suami selama melaut.

"Awalnya karena hidup di lingkungan tambak, sedih melihat lingkungan kumuh dan banyak ibu-ibu nganggur saat musim pasang duduk di rumah. Kalau tangkapan sepi apa yang dimiliki dijual, kalau tangkapan banyak beli perabotan. Pola hidup sesuai tangkapan," ujar wanita warga Jalan Purwosari IV/17 Tambakrejo, Gayamsari, Semarang itu.

Dari situ, Darmono mengajak warga untuk berwira usaha membentuk klaster dan merintis bidang pengolahan ikan bandeng, ada 20 orang yang bersedia ikut. Pemerintah provinsi memberi bantuan modal Rp 400 ribu selama dua tahun.

Ilmu membuat bandeng presto sendiri ia dapat dari Dinas Perikanan. Awal produksi sehari bisa mencapai 3 kilo per hari, semakin hari semakin banyak diminati, dan hingga sekarang mencapai 500 kg bandeng per hari. "Bahan baku, dulu tari tangkapan suami karena hanya 3 kg, sekarang 500 kg sehingga harus pakai suplair sejak 15 tahun lalu," ujarnya.

Selain bandeng, ia juga memproduksi pepes bandeng presto, otak-otak bandeng, tahu bakso ikan laut. Untuk pemasaran sendiri awalnya door to door kemudian bersama dengan anggota sering mengikuti lomba-lomba dan juga pameran yang diadakan baik di tingkat lokal hingga nasional.

Selain pasar lokal, pangsa mancanegara tampaknya juga mulai terbuka. Beberapa konsumen dari Malaysia dan Brunei Darussalam seringkali datang dan memesan bandeng olahan khas Semarang ini.


Sumber : ayopreneur.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar