Dulu Sopir Taksi, Kini Buchori Jadi Bos Perusahaan Roti

  • Dulu Sopir Taksi, Kini Buchori Jadi Bos Perusahaan Roti

Buchori Al-Zahrowi, pria kelahiran Bantul, Yogyakarta, 26 Maret 1969 ini memang dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Betapa tidak. Selama tiga tahun, dia berprofesi sebagai sopir taksi, kini menjelma sebagai bos di sebuah perusahaan roti di kawasan Bantul.
 
Kini hari-harinya selain sibuk mengelola usahanya itu, ia juga disibukkan dengan berbagai aktivitas lainnya seperti menjadi pembicara di seminar atau mengisi beragam acara motivasi Entrepreneur untuk mahasiswa dan masyarakat umum di sekitar Kota Gudeg.
 
Diakui Buchori, ia sudah terbiasa mandiri sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

“Soal kesederhanaan, saya sudah memulainya dari kecil. Saya tidak terbiasa bergantung pada orang lain. Mungkin itulah yang mendidik saya secara tidak langsung untuk bangkit dari segala keterbatasan hidup saat itu. Menjadi sopir taksi pun saya lakoni agar hidup saya tak bergantung pada orang lain. Karena sayalah yang bertanggung jawab pada masa depan saya,” kata Buchori.


Boleh jadi krisis ekonomi adalah anugerah terindah yang dipersiapkan Tuhan untuk Buchori. Pada tahun itu, banyak pengusaha gulung tikar terimbas krisis. Buchori menangkap sinyal peluang ini dengan cerdik.
 
“Saat itu, banyak orang yang meninggalkan usahanya, saya mulai masuk tuh meski untuk tahap pertama hanya kecil-kecilan. Saya membuka usaha roti dan kue yang diberi nama Aflah, dari Bahasa Arab yang berarti lebih untung. Dan ternyata itu doa, karena perlahan usaha yang saya geluti pun makin berkembang,” papar ayah dua anak ini.
 
Tak lama setelah itu, dia pun sudah bisa melebarkan sayapnya dengan membuka beberapa outlet baru di Kutoarjo, Grabag, Purworejo dan Purwodadi.

Seiring dengan itu, Aflah Cake yang diperkenalkannya kepada masyarakat pun mulai tersohor di kawasan Yogya.
 
“Ya Alhamdulillah, saat ini selain produksi roti dan kue yang dipasarkan ke berbagai daerah, saya merambah juga ke usaha makanan lainnya, seperti ayam bakar, nasi goreng, dan lain-lain,” jelasnya. 
 
Produk-produknya itu sudah memiliki izin edar Dinas Kesehatan RI, sertifikat halal MUI DIY dan juga telah mematenkannya dengan hak merek registrasi.

Kini, ia telah memetik jerih payahnya selama bertahun-tahun, yaitu bisa berangkat ke tanah suci serta memiliki kendaraan pribadi dan operasional.
 
Selain kepiawaiannya menangkap peluang, sebelumnya Buchori memang dikenal sebagai aktifis kampus yang banyak memiliki jaringan sosial yang sampai saat ini hubungan itu tetap dibangun dengan baik.
 
“Saya masih terus membina hubungan dengan berbagai kalangan secara baik. Karena itulah, saya sering memberikan motivasi dan ceramah Entrepreneur di berbagai tempat. Saya ingin agar anak muda kita bisa mandiri dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Melalui hal itulah, saya tidak hanya mendapatkan materi tetapi juga spiritual,” ujarnya.


Sumber : ciputraentrepreneurship.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar