Cara Efektif Ciptakan Kesan Pertama yang Baik di Mata Konsumen

  • Cara Efektif Ciptakan Kesan Pertama yang Baik di Mata Konsumen

Jika Anda ingat, ada sebuah iklan parfum pria dengan tagline yang begitu menyentil, "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda."

Tagline tersebut mengindikasikan bahwa kesan pertama amatlah penting.

Hampir semua manusia ingin mendapatkan kesan baik di mata orang lain. Dan ternyata kondisi itu juga berlaku dalam dunia usaha.

Membuat konsumen menjadi “suka” dengan produk atau jasa Anda tentu didambakan oleh semua pelaku usaha. Hal inilah yang memaksa pelaku usaha untuk menciptakan kesan pertama yang baik ketika bertemu dengan konsumen.

Mendapatkan kesan pertama dari konsumen tentu akan berkaitan jangka panjang ketika terjadi negosiasi dan ketika Anda ingin melakukan kerja sama jangka panjang.

Dilansir dari Bisnis UKM, berikut cara-cara efektif untuk menciptakan kesan pertama yang baik di mata konsumen:

1. Bertemu dengan Pakaian Rapi dan Wangi
Pada dasarnya semua manusia suka dengan keindahan, kerapihan, dan tentu suasana yang nyaman. Ketika bertemu dengan konsumen, usahakan untuk tetap berpenampilan rapi, jangan pernah untuk tampil apa adanya. Karena kesan pertama bisnis dilihat dari bagaimana cara Anda berpakaian. Tak perlu mewah, setidaknya rapi saja sudah sangat mewakili.

2. Senyum dan Kontak Mata
Jika ingin diingat oleh konsumen, usahakan selalu memberi senyuman setiap bertemu pertama kali. Cobalah untuk senyum di depan cermin, berilah senyuman terbaik dan usahakan untuk tetap kontak mata, walau sesekali ada gerakan tangan ketika menjelaskan sesuatu.

3. Jangan Monoton
Sebagai pemilik bisnis, Anda harus pintar untuk mengetahui topik-topik hangat. Konsumen sangat suka ketika Anda menceritakan hal baru yang mungkin mereka belum tahu. Pun ketika mereka sudah tahu, nanti akan timbul komunikasi yang aktif. Ini penting karena setiap manusia pasti berinteraksi dan dalam bisnis juga ini berlaku untuk komunikasi aktif tersebut. Jangan monoton, sesekali bahas sesuatu di luar dari topik pembahasan.

4. Perhatikan Gerakan dan Ekspresi Konsumen
Terkadang Anda menghadapi konsumen yang cemberut, pasif, dan to the point. Sebenarnya ada teknik tentang bagaimana membuat mereka menjadi “cair” dan bisa antusias, yaitu dengan cara mirroring atau mengikuti gerakan mereka perlahan tapi tidak mencolok. Anda harus paham ekspresi mereka, ketika mereka sudah menunjukan ekspresi tertarik, cobalah untuk mengatur strategi untuk banyak bertanya tentang aktifitas kesehariannya atau tentang daerahnya, ini akan membantu mencairkan suasana.

5. Jangan Mendominasi
Komunikasi yang “sehat” terjadi jika ada feedback. Usahakan untuk tetap mau mendengar ketika konsumen sudah menunjukan antusias berbicara atau menjelaskan sesuatu. Jangan pernah langsung memotong. Berilah sedikit anggukan kepala atau senyuman menandakan kita antusias.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar