Bos Properti yang Dulunya Sales Sepatu

  • Bos Properti yang Dulunya Sales Sepatu

asib orang memang tak ada yang bisa menduga, kadang di bawah kadang juga bisa di atas. Siklus hidup ini dialami oleh Komisaris Utama PT Binakarya Jaya Abadi Tbk Go Hengky Setiawan, sekaligus pemilik usaha perusahaan properti yang sedang naik daun ini.

Kini Hengky termasuk dalam jajaran pengusaha yang sukses di bidang usaha properti. Berbagai proyek propertinya tersebar di berbagai lokasi di Jakarta, Bogor, Bandung dengan beberapa anak usaha. Ia menggarap beberapa proyek properti seperti hotel, apartemen, dan perumahan.

Bahkan kini, perusahaan yang dimilikinya sudah mampu melantai di bursa saham yang efektif hari ini. 


"Saya dulu bikin pabrik sepatu, bikin home industry, saya jual sendiri. Saya kan dari lulus sekolah langsung bikin usaha, yah langsung kasih ke toko-toko, dulu kan saya di Surabaya, jadi saya keliling jualan, keliling jualan sepatu saya di Surabaya. Sampai keliling ke Bali, sampai ke Jakarta juga dan kota-kota kecil," kata Hengky bercerita.

Ia mengatakan, untuk memulai jadi pengusaha butuh proses panjang, tak ada yang dilalui secara instan. Hengky memulai usaha pembuatan dan penjualan sepatu sejak 1977 di Surabaya, Jawa Timur, dengan jumlah karyawan sangat minim.

"Nggak gede, modalnya cuma Rp 3 juta itu awal bisnis di tahun 1977. Sudah punya karyawannya, karyawanya 5, terus lama-lama nambah sedikit. Terus yang jual saya sendiri, merek sepatunya Jackson," katanya.

Menurutnya, untuk menjadi pengusaha tak semuanya berjalan mulus seperti yang direncanakan. Pengalaman pahitnya menjual sepatu ke toko-toko justru kerap mendapatkan penundaan pembayaran oleh toko, sehingga mengganggu arus kas usahanya. Bahkan ada beberapa toko yang membayar dalam 6 bulan hingga setahun.

"Jadi nggak berkembang. Lama-lama rugi, kan kita harus bayar gaji tukang, itu kan kontan semua. Dan kerjanya kan berat. Jadi sales itu waktu itu berat," katanya.

Setelah merasa tak untung di bisnis pabrik sepatu, akhirnya menutup pabrik sepatunya. Hengky mencoba banting setir di bidang usaha penjualan furnitur pada 1982.

"Saya akhirnya beralih ke toko furnitur, yang barangnya saya impor dari Taiwan, sama impor bahan sepatu juga dari Taiwan. Nah baru dijual ke toko-toko," kenang Hengky.

Menjalani usaha penjualan furnitur tak lantas membuat Hengky langsung sukses. Kenyataannya, ia harus menelan pil pahit yang kedua, karena bisnis furniturnya jalan di tempat. Kondisi ini tak lantas membuatnya putus asa, kemudian upaya 'hijrah' pun dilakukannya dari Surabaya ke Jakarta agar mencari peluang baru.

"Akhirnya setelah pindah ke Jakarta mulai terjun ke properti sampai sekarang," kenang Hengky.

Singkat cerita pada 1996 sebelum terjadi krisis moneter, ia mendirikan Binakarya. Namun jauh sebelumnya pada 1988, Hengky sudah mulai berbisnis properti dengan menjadi mitra dari pengembang Agung Sedayu. Tahun 1996 merupakan tonggak penting usaha Hengky, perusahaannya membangun proyek properti sendiri di bawah bendera Binakarya sampai sekarang.




Sumber : finance.detik.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar