Bisnis Sosis, Mahasiswa Ini Raih Keuntungan Ratusan Juta

  • Bisnis Sosis, Mahasiswa Ini Raih Keuntungan Ratusan Juta

Pengusaha muda sedikit demi sedikit mulai terus bermunculan di Indonesia. Mereka memulai bisnisnya dengan modal yang tak banyak, namun karena ketekunannya mampu menghasilkan keuntungan yang 'wah'.

Aristya Angkawijaya adalah salah satu dari sekian banyak enterpreneur muda yang sukses membangun bisnisnya. Produk unggulannya adalah sosis dengan merek dagang Wunder yang telah masuk ke berbagai Hotel, Restoran dan Katering.

Lelaki asal Surabaya, Jawa Timur ini memilih bisnis pengolahan daging karena peluangnya di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, masih sangat besar. Ia memulai usaha ini saat dirinya masih berstatus mahasiswa semester 5 di jurusan Arsitektur salah satu perguruan tinggi swasta dan sedang dalam kondisi terdesak karena dihadapkan pada kenyataan untuk segera menemukan pekerjaan jelang kelulusan.

"Saat itu saya benar-benar terbeban pikiran karena sudah memiliki pasangan dan bingung bagaimana dengan masa depan saya dan pasangan. Akhirnya saya putuskan untuk membangun bisnis pengolahan daging sendiri dengan modal hanya Rp2,5 juta," ujar Aristya.

Dengan modal yang terbatas, Aris memutar otak tentang bagaimana cara untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan menggunakan peralatan yang murah dan sesederhana mungkin. Waktu itu peralatan yang digunakan sangat sederhana, yaitu mesin giling dan selongsong sosis buatan sendiri.

Hambatan demi hambatan sempat ditemui oleh Aris saat memulai usaha. Berpuluh-puluh kali saat trial ia menemukan kegagalan. Semua sosis dibuang karena selalu ada kesalahan.

"Saya mencari tahu sendiri semua metode dan resep dari buku-buku dan artikel-artikel makalah penelitian mahasiswa Jerman dari Internet, jadi intinya belajar secara otodidak. Tetapi yang paling membantu sebenarnya adalah buku-buku yang membahas tentang Basic Meat Processing Technology. Setelah teori dirasa sudah cukup, saya coba bereksperimen sendiri dan gagal terus selama dua tahun sampai akhirnya menemukan formula yang pas. Bisnis olahan daging sama sekali tidak mudah," ungkapnya.

Selama uji coba resep, Aris pun pernah bekerja sebagai mandor bangunan, lalu membuka usaha cuci poles mobil hingga jualan sembako. Dari beberapa usahanya tersebut, ia pun memiliki modal Rp5 juta untuk memulai usaha membuat sosis rumahan di tahun 2012.

Dibawah payung usaha CV Horison Jaya Abadi, Aris memproduksi berbagai macam olahan daging berupa sosis dan daging asap berkualitas dengan merek Wunder Sausage. "Kita buat produk produk olahan daging asap homemade seperti sosis jerman, salmon asap beku, dada ayam asap dan ikan asap dan segala jenis produk asap sesuai permintaan," jelas Aris.

Saat ini Wunder memiliki delapan varian sosis dan empat varian produk daging asap seperti Wiener Wurstchen, Chicken Vienna, Smoked Bratwurst, Cheese Sausage, Italian Chorizo, Jumbo Bockwurst, dan Chicken Bratwurst. Sedangkan untuk olahan asapnya seperti Cold Smoked Salmon, Dada Ayam Asap, Bandeng Asap Tanpa Duri dan Gindara Asap. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran mulai dari 250 gr hingga 1 kg dengan harga Rp34 ribu hingga Rp56 ribu.

Masalah selanjutnya yang dihadapi Aris adalah pencarian supplier. Karena bahan baku sosis yang tidak umum maka hampir semua bahan baku yang berhubungan dengan sosis sulit sekali didapatkan.

"Kami menggunakan teknik door-to-door dan menjual ke relasi, teman dan keluarga dekat. Pada waktu awal kami juga sangat kesulitan untuk membuat calon pelanggan percaya dengan produk kami karena produk kami masih baru dan belum dipercaya," ucapnya.

Akhirnya ia memberi tester supaya para calon pelanggannya bisa mencoba dan menilai secara langsung sosis buatannya. Selain itu ia pun menjelaskan perbedaan produk sosis olahan miliknya dengan yang lainnya, dimana semua produk diproses secara tradisonal tanpa bahan kimia ataupun pengawet.

Selain itu produk yang dibuat tidak mengandung babi (halal), non MSG, pengasapan menggunakan arang dan batok dengan sistem yang masih tradisional, serta menggunakan rempah-rempah pada bumbu yang menjadi campuran utamanya.

"Kami hanya menggunakan bahan baku nomor satu karena kami menjual kualitas bukan kuantitas. Saya percaya kalau makanan itu enak pasti banyak orang suka. Jika banyak orang suka, secara tidak langsung mereka akan merekomendasikan sendiri ke orang lain, atau istilahnya mouth to mouth. Hasilnya pun banyak orang yang mendengar dan tertarik untuk mencobanya," kata dia.

Saat omzet yang dihasilkan oleh Aris sudah mencapai kisaran Rp100 juta. Paling tinggi biasanya saat akhir tahun menjelang natal dan tahun baru. Rencananya dalam tiga tahun ke depan ia ingin usahanya menjadi industri besar di Indonesia dengan visi memproduksi makanan yang mengutamakan kualitas.

"Profit juga termasuk tapi bukanlah prioritas utama. Kita lebih ingin mengenalkan ke masyarakat bahwa sosis berkualitas itu tidak selalu mahal. Selain itu saya juga bercita-cita memiliki banyak restaurant chain yang menghidangkan menu khusus sosis yang tersebar dimana-mana," tutur Aris.





Sumber : money.id


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar