BISNIS PEMPEK DI DUNIA MAYA MESKI PERNAH GAGAL DI USAHA SEBELUMNYA

  • BISNIS PEMPEK DI DUNIA MAYA MESKI PERNAH GAGAL DI USAHA SEBELUMNYA

Sempat mengalami kebangkrutan di usaha sebelumnya tak lantas membuat Anton (41) dan Lince (34) kapok menggeluti dunia usaha. Berawal dari hobinya berselancar di dunia maya, Anton mulai tertarik belajar bisnis online sembari Ia belajar membuat website di tahun 2008 silam.

“Awalnya saya membuat website tentang kota Palembang. Suatu hari saya iseng memasang status menyediakan pempek palembang di sidebar website. Tak disangka, ada yang tanya “Bapak ada jual pempek ya?” langsung dijawab “ya”. Orang itupun transfer, padahal saat itu pempeknya belum ada. Saya survey dan icip-icip pempek yang ada di Palembang, akhirnya saya pilih ambil pempek itu untuk dijual,” ujar Anton.

Berawal Kondisi Terjepit, Dimulailah Usaha Pempek Lince

Meski beberapa kali sudah ada permintaan yang masuk dari konsumen, tapi saat itu bisnis online pempek ini hanya dijalankan sebatas hobi karena Antok masih fokus di usaha yang lain. “Hingga di tahun 2010, usaha lama jatuh. Modal tersedot, akhirnya saya bingung mau usaha apa lagi. Eh, waktu lihat perkembangan bisnis pempek yang awalnya sebagai hobi ini ternyata berkembang pesat, saya memutuskan untuk serius di bisnis pempek online ini,” jelasnya.

Di awal-awal merintis bisnis pempek online, Anton dan Lince mencoba menawarkan kerjasama menjadi mitra dari produsen pempek yang biasa mereka ambil. Namun, bukannya mendapatkan jawaban dan harga khusus, Anton dan Lince tetap mendapatkan harga ecer seperti konsumen lainnya. Hingga akhirnya mereka memutuskan usaha sendiri dan memproduksi pempek sendiri dengan mengusung brand Pempek Lince.

Tentu sebagai pemula, ada banyak kendala yang mereka temui di awal merintis bisnis online pempek. “Tidak hanya modal yang belum kami miliki, bahkan saat itu kami belum bisa membuat pempek. Akhirnya saya mengajak teman-teman di bisnis online untuk bekerja sama jualan pempek di dunia maya,” tambah Lince.

Ketika itu ada 5 orang temannya yang berminat bergabung dan mereka mentransfer sejumlah uang untuk modal usaha bersama. Dari situ diputuskan bisnis pempek online ini menggunakan merek sendiri dan membuat website dengan domain Pempeklince.com. “Modal yang terkumpul dari teman-teman digunakan untuk membeli peralatan, mencetak keperluan packaging, program promosi, dan membeli bahan baku,” kata pengusaha kuliner tersebut.

Dibantu sekitar 7 orang karyawan, saat ini dengan bantuan internet Pempek Lince telah melayani permintaan dari konsumen di seluruh Indonesia bahkan tak jarang dijadikan sebagai oleh-oleh untuk di bawa ke luar negeri.

“Perkembangan usaha kami mengalami perkembangan bagus dari awal hingga saat ini. Berawal dari toko online pempek, sekarang kami mempunyai tempat fisik. Ditargetkan kedepan kami akan memperluas lagi daerah pemasaran baik dengan online ataupun membuka kedai pempek baru,” jelas Lince.





Sumber : bisnisukm.com



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar