Bisnis hancur & ditinggal istri, Nobrega bangkit jadi bos asuransi

  • Bisnis hancur & ditinggal istri, Nobrega bangkit jadi bos asuransi

Kisah hidup William Nobrega yang merupakan mantan anggota Angkatan Darat Amerika Serikat ini sangat menyedihkan sekaligus menginspirasi. Kerajaan bisnisnya hancur pada pertengahan 2014 silam setelah pembubaran dana properti Hong Kong. Tak lama setelah itu, istrinya mengajukan gugatan cerai.

Nobrega kehilangan rumah yang dia tempati dan harus pergi tanpa membawa uang. Pindah dari satu tempat ke tempat lain hingga akhirnya Nobrega berlabuh ke rumah ibunya.

Dilansir dari Forbes, Nobrega benar benar merasa depresi. Hari hari banyak dihabiskan untuk merenung, hingga akhirnya anak Nobrega memberi semangat baru. "Aku benar benar hancur dan anakku mengatakan Ayah, ingat apa yang Ayah katakan, jangan berhenti, pantang menyerah," kenang Nobrega.

Tak mau kalah, Nobrega memutuskan kembali memulai usaha. Dalam pikirannya, peluang sukses terbesar adalah menjadi pengusaha. Berangkat dari ini semua, Nobrega menemukan satu ide bisnis. Dia menyasar negara berkembang.

"Keahlian saya adalah pasar negara berkembang. Itu yang saya lakukan. Saya tahu Amerika Latin dan Asia Tenggara masih membuka kesempatan dalam asuransi. Karena kelas menengah terus meningkat dan penetrasi asuransi masih rendah sekitar 5 persen," katanya.

Permintaan asuransi cukup tinggi di negara berkembang, pertumbuhannya mencapai 18 persen hingga 20 persen per tahun. Nobrega dan timnya mulai mengamati fakta penting tentang pasar negara berkembang.

Nobrega melirik salah satu negara berkembang yaitu Brazil. Dengan jumlah penduduk 280 juta orang dan pengguna ponsel mencapai 200 juta. Kelas menengah sangat banyak, dengan menawarkan asuransi mikro terjangkau akan membuka peluang bisnis dan membantu masyarakat dalam hal ketenangan pikiran. Nobrega berpikir, dengan menginstal satu aplikasi, perusahaan dapat menganalisa data pribadi konsumen dan menawarkan asuransi terbaik disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan.

Nobrega tidak tinggal diam atas idenya ini. Dia berbagi dan menarik perhatian investor Hong Kong untuk membuat investasi awal. Melalui komitmen bersama membuat perusahaan CQS International. Menurut Nobrega, memperoleh modal awal adalah proses yang paling menuntut dari kesuksesan. "Ketekunan menjadi kunci. kesuksesan adalah menghadapi puluhan kata 'tidak' (penolakan) dan mengubahnya ke kata 'ya'."

Setelah CQS International berdiri, perusahaan mempercepat visibilitas dengan mengakuisisi broker di pasar lokal. Untuk merekrut broker, Nobrega dan timnya memutuskan untuk menjadi tuan rumah acara VIP dan mereka mengundang investor kunci dan broker ke Boca Resort di Boca Raton, Florida.

Para investor awal divalidasi dan Nobrega mulai menyusun tim yang disebutnya Tim Terbaik di dunia dan menjalankan bisnis perusahaan. "Sebuah tim adalah segalanya. Sebuah tim adalah keluarga," katanya.

Perusahaan mulai berjalan dan menyasar masyarakat Brazil secara online. Nobrega membuat website sendiri dan melakukan pemasaran digital.

Usaha Nobrega kali ini tidak sia sia, enam bulan berjalan nilai perusahaannya mencapai USD 170 juta dan sekarang dia tinggal di Brasil. Perusahaan masih terus ekspansi karena tuntutan asuransi di Argentina, Kolombia, Peru, Meksiko.

Nobrega masih membidik pasar di Asia khususnya Thailand, Malaysia dan Indonesia. Namun kesempatan yang paling besar menjadi target perusahaan adalah China. "Kalau kita hancur di China maka ini selesai."



Sumber : merdeka.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar