BERHASIL JUALAN NASI UDUK DENGAN MEMANFAATKAN BAGASI MOBIL

  • BERHASIL JUALAN NASI UDUK DENGAN MEMANFAATKAN BAGASI MOBIL

Berawal dari hobinya memasak disela-sela kesibukannya menjadi mahasiswi farmasi di sebuah universitas negeri ternama di Makassar, Yuni Fitriyanti (24) memberanikan diri untuk menerima orderan makanan baik berupa pesanan snack ataupun katering makanan berat.

“Belajar otodidak dari berbagai sumber, kemudian saya mencoba mengaplikasikannya di dapur sederhana. Dengan hasil yang memuaskan saya berani menerima orderan yang masuk, sampai akhirnya bisnis catering saya cukup dikenal di kalangan mahasiswa di fakultas saya,” begitu kata Yuni

Selama menjadi mahasiswi farmasi, pengusaha muda yang akrab dipanggil Yuni ini tak segan-segan menjajaki berbagai menu makanan baru untuk bisa tetap eksis di bisnis makanan. “Saat menjadi alumni, sembari menunggu perkuliahan apoteker, saya mencoba keluar dari dapur dan menjajakan menu baru yang lumayan favorit di kalangan mahasiswa yaitu nasi uduk,” ujar Yuni.

Yuni bercerita awal mula merintis bisnis nasi uduk setelah ada seorang teman yang sangat suka makan nasi uduk atau nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah. “Setiap minggu saya harus meluangkan waktu untuk membuatkan nasi uduk, parahnya bukan cuma satu orang tapi lambat laun teman-teman lainnya pun ikut menikmati nasi uduk buatan saya. Sampai kemudian saya disarankan untuk mncoba menjajakan nasi uduk di luar,” ceritanya.

Dengan memanfaatkan bagasi mobil, Yuni membuka lapak di sebuah lokasi yang cukup stategis. Dan ternyata respon yang Ia dapatkan cukup positif. Yang dulunya sasaran pertama Yuni adalah kalangan mahasiswa, kini masyarakat umum di sekitar lapak dagangnya pun ikut menikmati sajian kuliner yang diberi nama Nasi Uduk Ayuni tersebut.

“Alhamdulillah respon masyarakat positif dan antusias mereka pun juga baik. Awalnya masih sepi karena masih proses pengenalan tapi makin kesini Alhamdulillah sudah memiliki pelanggan tetap dan tak jarang juga pelanggan baru mulai berdatangan. Bahkan ada yang minta untuk delivery di sekitar tempat saya buka lapak,” tandasnya.

Dengan bantuan seorang sahabat, setiap harinya Yuni membuka lapak jualannya mulai dari pukul 8 malam sampai 12 malam. “Kadang sebelum pukul 12 malam, nasi uduknya sudah habis. Saya hanya mempersiapkan sekitar 35 - 40 bungkus nasi uduk,” tutur pengusaha muda ini.

Selama menjalankan bisnis sampingan di sela-sela kesibukannya di bangku perkuliahan, Yuni mengaku tak menemui banyak kendala yang berarti. Hanya saja Ia sering kewalahan jika harus menghadapi banyak pesanan, mungkin karena Yuni masih bekerja sendiri. Belum lagi jika pesanan bahan baku ada yang rusak atau bahan baku yang stoknya tidak ada di pasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Yuni harus turun langsung memeriksa segala kebutuhan bisnisnya.

“Saya memilih pasar tradisional sebagai sumber bahan baku saya, dan dengan sangat amat selektif saya memilih bahan-bahan yang berkualitas baik. Maklum anak farmasi sedikit sensitive,” imbuhnya.

Bagi Yuni, Ia mengaku senang bisa membuat teman-teman mahasiswa lebih mudah mndapatkan makanan yang enak, sehat dan terjamin kualitas bahan maupun pengolahannya. “Nasi Uduk Ayuni membantu orang-orang yang malas atau enggan harus makan di restoran atau rumah makan akibat kecapekan pulang kerja atau kampus. Jadi tinggal parkir kendaraan dan tidak perlu turun dari kendaraan untuk memesan, siapa saja bisa menikmati seporsi nasi uduk Ayuni. Setidaknya lebih praktis dan bisa bersantai makan di rumah,” ungkap mahasiswi farmasi yang sukses merintis bisnis sampingan ini.

Kendati saat ini Ia telah mengantongi omzet sekitar Rp 4 juta - Rp 5 juta setiap bulannya, namun kedepannya Yuni berharap bisa mempunyai kedai sendiri dan bisa mempunyai cabang Nasi Uduk Ayuni di beberapa titik yang berbeda. “Kerjakanlah apa yang Anda sukai, lakukanlah segala hal yang anda sukai dengan senyaman mungkin. Seperti moto Nasi Uduk Ayuni, Cooking With Love, Baking With Passion and Serve With Heart. Insyallah kita bisa menyenangkan semua orang,” pesan Yuni.


Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar