BERANI BERINOVASI KINI TERBEBAS DARI KESULITAN EKONOMI

  • BERANI BERINOVASI KINI TERBEBAS DARI KESULITAN EKONOMI

Di tengah himpitan kebutuhan ekomomi yang semakin tinggi, Hana Kres (30) mencoba memutar otak untuk mencari cara mendapatkan penghasilan bulanan yang lebih besar. “Bagaimana tidak, penghasilan bulanan sangat jauh untuk bisa menutupi kebutuhan. Ibaratnya setiap bulan saya menggali lubang 10 meter tapi bulan berikutnya saya hanya bisa menutupi 1 meter lubang,” begitu ungkapnya.

Modal keahlian komputer yang Ia miliki tak cukup membantu Hana untuk terbebas dari kesulitan ekonomi yang Ia hadapi saat itu, hingga akhirnya Ia terus berpikir bagaimana caranya bisa membuat semua orang di rumahnya berpotensi mendapatkan penghasilan minimal untuk mencukupi uang jajan kedua buah hatinya. “Saya punya keahlian dalam bidang komputer, tapi akan sangat lelah jika orang-orang di rumah tidak bisa membantu karena memang tidak ada orang yang memiliki keahlian di bidang computer,” ujarnya.

Dari situ Hana mulai mencari inspirasi usaha yang bisa dikerjakan baik oleh istri, orang tua atau pun anak-anak yang ada di rumah, jadi semua orang di rumah bisa berpotensi mendapatkan penghasilan. Disamping itu, Ia juga sengaja menentukan produk usaha yang potensi ruginya sangat minim serta pasarnya juga harus luas dan disukai semua kalangan masyarakat serta tidak terbatas usia.

Akhirnya, Hana mulai terfokus pada satu jenis usaha yaitu es krim. Meski Ia tidak ada ilmu atau pun pengalaman di bidang es krim, namun untuk mendapatkan ilmunya Hana mengandalkan browsing di internet. Ia melihat video pembuatan es krim di Youtube dan baca-baca artikel cara membuat menu es krim.

“Saya pernah membaca artikel bisnis, seorang bujangan memiliki omzet Rp 80 juta per bulan dari usaha es krim. Saya lupa siapa namanya dan apa nama usahanya kalau tidak salah pengusaha dari Jogja. Sehingga saya yang tidak memiliki pengalaman dan ilmu dibidang es krim, tertarik untuk belajar dan anehnya naluri saya menuntun saya untuk mau belajar dan menekuni usaha es krim. Memang tidak mudah, tapi akal dan kemauan yang keras tiba-tiba menuntun saya menjadi lebih kreatif dan inovatif,” ucapnya.

Menjadi Pengusaha Es Krim Secara Otodidak

Butuh waktu kurang lebih tiga bulan bagi Hana untuk bisa membuat es krim. Banyak cara telah dicoba hasil dari browsing di internet tapi hasilnya tidak memuaskan. “Akhirnya istri saya ingat ada bubuk es krim praktis tinggal campur air dan dimixer. Setelah dicoba ternyata hasilnya sangat memuaskan, tekstur es krim sangat lembut dan padat, rasanya juga sangat lezat bisa bersaing dengan produk es krim yang ada di supermarket besar lainnya,” ucap pengusaha sukses yang satu ini.

Berhasil membuat produk es krim yang lezat tak lantas mengantarkan Hana menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan besar setiap bulannya. Karena hanya mengandalkan warung es krim yang Ia buka, pemasaran yang dijalankanya pun tidak bisa jemput bola. “Jadi saya hanya menunggu pelanggan yang datang, selain itu daya beli masyarakat yang kurang juga cukup mempengaruhi. Tapi tentu saja disaat-saat tertentu warung bisa sangat ramai oleh pembeli,” kisahnya.

Melihat penghasilan dari Warung Es Krim H2O yang Ia miliki masih belum maksimal, Hana beserta sang istri mulai tertarik untuk memasarkan bahan baku es krim bubuk untuk membantu para pedagang es krim di berbagai daerah mendapatkan bahan baku yang berkualitas. “Kebetulan seiring dengan berjalannya waktu kita dipercaya mendapat pasokan bahan es krim bubuk kemasan 1 kg oleh salah satu distributor es krim ternama. Seperti gayung bersambut akhirnya selain memasarkan menu olahan es krim, kita bisa mengembangkan usaha jualan bahan es krim bubuk yang pasarnya sangat luas. Bahkan pelanggan kita tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” jelas Hana.

Keberaniannya untuk berinovasi dan kuatnya tekad yang Ia miliki, tidak hanya membebaskan Hana dari kesulitan ekonomi namun juga berhasil mengantarkannya menjadi pengusaha sukses di bisnis es krim. “Alhamdulillah niat, usaha dan doa tidak sia-sia, akhirnya kendala ekonomi keluarga saya bisa teratasi dengan menjadi pedagang es krim dan bahan es krim. Harapan kedepan saya ingin mendirikan kerajaan usaha es krim dimana saya bisa menyediakan dan memasok segala kebutuhan untuk para pengusaha es krim tidak memandang kelas pemula atau pun yang sudah punya pengalaman,” terangnya.

Bagi Hana Kres, kemenangan terbesar yang Ia rasakan secara finansial bisa terbebas dari kesulitan ekonomi, karena dari bisnis yang Ia jalankan Hana bisa mengantongi omzet sekitar Rp 6 juta hingga Rp 9 juta setiap bulannya. Saat ini, Hana juga sudah memiliki karyawan dan juga menjadi orang yang diperhitungkan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.

“Orang-orang yang sebelumnya memandang sebelah mata dan menganggap usaha yang saya jalani tidak akan berlangsung lama, kini mulai memperhitungkan saya sebagai seorang pengusaha es krim ternama,” tutur Hana.


Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar