BELUM LULUS SEKOLAH, SISWA SMK DI KUDUS MAMPU MEMBUKA USAHA

  • BELUM LULUS SEKOLAH, SISWA SMK DI KUDUS MAMPU MEMBUKA USAHA

Meluluskan siswa-siswi yang mampu memenuhi kebutuhan industri percetakan dan periklanan serta mendidik siswanya untuk siap berwirausaha, merupakan salah satu tujuan utama didirikannya SMK Raden Umar Said, Kudus.

Berawal dari sekolah menengah kejuruan yang bergerak di bidang grafika, saat ini sekolah tersebut memiliki akreditasi A dan menjadi satu-satunya sekolah di Kudus yang memiliki jurusan Produksi Grafika. Banyak siswa yang ingin sekolah di sana, karena belum lulus saja mayoritas siswanya telah mampu menerima order bahkan membuka usaha secara mandiri.

Salah satu instruktur bengkel produksi SMK Raden Umar Said Kudus, Syaiful Mubarok (22) mengutarakan bahwa sekolah tersebut memiliki lima jurusan paket keahlian. Di antaranya Teknik Persiapan Grafika, Teknik Produksi Grafika, Desain Komunikasi Visual, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Animasi.

Namun paling banyak siswa yang masuk, lebih tertarik menempuh pendidikan di jurusan Teknik Produksi Grafika. Karena belum lulus, siswa banyak yang telah mengaplikasikan ilmunya dan memperoleh pundi-pundi rupiah sendiri. Sehingga hal itu pula yang menarik calon siswa baru pada jurusan tersebut.

“Siswa diajarkan berbagai teknik dan alat untuk bisnis percetakan (printing) baik secara manual ataupun dengan mesin. Mencetak berbagai model dan media. Selain itu, siswa juga mendapatkan keahlian dalam hal penjilidan buku dengan berbagai variasinya, serta membuat kemasan produk dan kewirausahaan sesuai dengan kompetensi produk grafika. Tidak heran jika belum lulus saja siswa berani menerima order sablon kaos, mug, undangan atau yang lain,” kata Syaiful yang juga lulusan SMK Raden Umar Said ini.

Syaiful melanjutkan, di mata pelajaran kewirausahaan terdapat tanggungan tugas. Dari sana siswa terdorong mulai berani berkarya dan memasarkan karyanya. Untuk siswa kelas 3 diwajibkan sudah bisa membuat kaos, untuk kelas 2 membuat mug dan undangan. Hal itu pula yang membuat Kudus semakin banyak berkembang usaha percetakan, dan persaingannya kini semakin ketat.

SMK yang berdiri sejak tahun 2005 ini telah melahirkan puluhan lulusan yang mampu membuka usaha percetakan sendiri, bahkan beberapa diantaranya telah berkembang menjadi percetakan yang cukup besar di Kudus dan sekitarnya.

Selebihnya, ada juga siswa yang melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, serta beberapa lainnya bekerja di sejumlah perusahaan baik yang bekerja sama dengan sekolah maupun tidak. “Yang bekerja di Jakarta juga banyak, Mojokerto juga ada. Karena saking banyaknya karyawan dari Kudus dan itu dari sekolah ini, kami sampai pernah didemo,” ujarnya.

Syaiful yang juga memiliki usaha percetakan ini mengatakan, banyak pula siswa yang lulus melanjutkan pendidikan ke Politeknik Gramedia di Jakarta. Ada pula yang ditawarkan pihak sekolah untuk bekerja di SMK Raden Umar Said sendiri. Karena sekolah juga memiliki kerjasama DU/DI sebanyak 50 perusahaan besar dan ternama. Baik di Kudus, Pati, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.

“Karena sekolah memiliki fasilitas bengkel produksi. Yang digunakan bukan hanya untuk praktik siswa, melainkan juga untuk mengerjakan orderan dari masyarakat sekitar. Misalnya, banner, undangan, dan lainnya. Para alumninya juga diberikan kesempatan menjadi instruktur bengkel produksi di sekolah,” paparnya.

Adapun karya yang dihasilkan siswa SMK Raden Umar Said yaitu, kaos sablon, undangan, buku, majalah, pin, digital banner, press mug, pin, cetak laser, dan lainnya. Meski persaingan di dunia industri tersebut semakin marak, Syaiful pun selalu menyemangati siswa untuk lebih berani praktik, berani bereksperimen, dan jangan putus asa.

“Perhatikan juga tentang pemasaran, karena percuma produk bagus tapi tidak ada yang tahu. Lihat peluang yang disukai dan coba langsung dibuat dan tekuni. Pasti menemukan jalan kesuksesan berwirausaha,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini SMK tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Karena terbukti hampir 100% lulusan bisa bekerja bahkan berani terjun berwirausaha. Saat ini pun merek kaos luar negeri semakin menyempit, karena kaos produksi lokal mulai merajai pasar.

SMK Raden Umar Said yang terletak di Jalan Sukun Raya Besito No. 9 Gebog, Kudus ini juga memliki Bursa Kerja Khusus (BKK). Wadah itu guna menangani siswa yang membutuhkan pekerjaan, atau sarana konsultasi siswa yang ingin membuka usaha. Prestasi siswa pun tak hanya juara LKS di lingkup kabupaten, tapi sudah tingkat provinsi Jawa Tengah. Kini, saatnya para siswa berani berkarya dengan mulai membuka usaha.


Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar