BANTING STIR DARI BISNIS MLM KE PRODUKSI OLAHAN DURIAN

  • BANTING STIR DARI BISNIS MLM KE PRODUKSI OLAHAN DURIAN

Lika-liku perjalanan bisnis agaknya pernah dilalui oleh Subakti (30) sebelum akhirnya Ia sukses memproduksi aneka olahan durian seperti sekarang ini. Ayah dua anak ini pernah menjajali berbagai macam usaha, mulai dari aktif di bisnis MLM selama kurang lebih 5 tahun, mengelola bisnis jasa servis dan kursus komputer selama 7 tahun, hingga banting stir mencoba bisnis gorengan, rempeyek kacang, keripik, dan yang terakhir adalah bisnis olahan durian yang tengah Ia geluti sampai saat ini.

Memiliki latar belakang pendidikan SMK Teknik Automotif, awalnya tak pernah terbesit dalam benak Subakti untuk bisa menjadi pengusaha sukses di bisnis olahan durian. Sampai suatu hari Ia tak sengaja menyimak ceramah seorang ustadz di Rodja TV tentang bentuk muamalah yang dilarang dan diperbolehkan dalam Islam.

“Ustadz tersebut menjelaskan bahwa salah satu muamalah yang dilarang ternyata ada pada sistem bisnis MLM. Dari situ saya mulai melakukan koreksi tentang muamalah yang sedang saya jalani, termasuk pada saat itu usaha yang saya kembangkan berupa bisnis jasa servis komputer dan lembaga kursus komputer yang menggunakan software bajakan,” kata lelaki yang pernah kuliah di jurusan teknik komputer hanya sampai 3 semester tersebut.

Mengawali Bisnisnya dari Nol di Kota Medan

Setelah memutuskan mundur dari bisnis MLM dan menjual semua asetnya di bisnis lembaga kursus komputer, Subakti menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk melunasi semua hutang usaha yang dimiliki dan memilih pindah ke Kota Medan, tepatnya di daerah Deli Serdang untuk memulai hidup barunya bersama keluarga kecilnya.

Sesampainya di Kota Medan, berbagai peluang usaha pernah Ia geluti. Untung rugi sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Subakti. Sampai akhirnya Ia mencoba ikut memasarkan produk makanan khas Medan, yaitu pancake durian dan daging durian beku. Ternyata keuntungan yang Ia dapatkan cukup besar, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Banyaknya penggemar buah durian Medan di seluruh Indonesia dan semakin menjamurnya usaha berbahan baku durian seperti sup durian dan lainya, mendorong Subakti untuk memberanikan diri untuk membangun usaha sendiri dan menjadi produsen pancake durian dan supplier durian beku pada awal Januari 2015.

“Saya memberanikan diri merintis usaha dengan nama Kampung Durian, karena terinspirasi dari teman-teman di group KPMI Korwil Medan yang sering berbagi tentang potensi kota Medan dengan berbagai komoditasnya,” tambahnya.

Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Olahan Durian

Memanfaatkan bahan baku utama durian Medan yang diambil dari kebun-kebun penghasil durian di kota Medan, seperti misalnya kebun Sidikalang dan lainnya, awalnya Subakti cukup kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar mengingat durian bersifat musiman.

“Kendala terbesar adalah karena durian merupakan buah musiman sehingga harga durian bisa melonjak sangat tinggi pada saat tidak musim durian. Sistem stok disaat musim durian menjadi solusi utama bagi kami untuk tetap bisa produksi sepanjang tahun,” ungkapnya.

Tidak berhenti disitu saja rintangan bisnis yang Ia hadapi, beragam complain pun sempat diterimanya dari pelanggan. Namun dari komplain tersebut Subakti bisa belajar memperbaiki kualitas dan pelayanan bisnisnya, yang pada akhirnya Ia bisa mempekerjakan beberapa orang karyawan.

Dengan bantuan 9 orang karyawan yang Ia miliki, pengusaha sukses ini setiap harinya memproduksi 200 box pancake durian. “Produk utama kami pancake durian dan durian beku. Untuk harga cukup fluktuatif mengikuti perkembangan musim durian di kota Medan. Selama ini kami menggunakan sistem pengiriman port to port (jemput di cargo di bandara) ke seluruh kota di Indonesia dengan minimal order 25 – 30 kotak, dan untuk paket tester pemula bisa 15 kotak,” jelas Subakti.

Menerapkan sistem reseller dan agen pemasaran di berbagai kota di Indonesia, saat ini Kampung Durian telah memiliki lebih dari 70 orang reseller dan omzet yang didapatkan juga semakin melejit bak rasa durian yang legit. “Kami mampu menghasilkan omzet Rp 300 juta perbulan. Sekarang kita sedang berencana untuk membuka cabang pusat produksi di setiap kota yang memiliki bandara,” begitu tuturnya.

Melihat kesuksesan yang Ia raih saat ini, kedepan Subakti berharap bisa menggandeng reseller lebih banyak lagi sehingga secara otomatis akan lebih banyak orang yang mendapatkan keuntungan lewat sosial media dengan berjualan pancake Kampung Durian.



Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar