Awalnya Iseng, Arifin Sukses Budidaya Jeruk Santang

  • Awalnya Iseng, Arifin Sukses Budidaya Jeruk Santang

Kendati bukan buah asli Indonesia, jeruk santang cukup populer di Tanah Air. Buah impor dari China ini memiliki beberapa varietas. Salah satunya santang madu yang kini mulai populer di dalam negeri.

Bahkan, dalam dua tahun terakhir, santang madu sudah mulai dibudidayakan. Lantaran baru, budidayanya memang belum begitu masif. "Baru sebatas di kalangan kolektor tanaman," kata Arifin, pemilik CV Wahyu Tani Putra, perusahaan pembibitan jeruk santang madu di Purworejo, Jawa Tengah.

Disebut santang madu karena buah ini memiliki rasa yang sangat manis. Warna buahnya sih sama dengan santang biasa, yakni oranye. "Tapi kalau masih mentah warnanya hijau," ujar Arifin seperti dilansir Kontan.co.id.

Arifin mengaku, sudah mulai membudidayakan bibit santang madu sejak tiga tahun terakhir. Awalnya, ia iseng mengambil tangkai daun yang terdapat di buah santang madu impor.

Tangkai daun itu kemudian  diokulasi (penempelan tunas) dengan bibit jeruk citrun (japan citrun). "Awalnya saya mengambil tangkai yang ada daunnya lalu ditempel ke citrun, ternyata jadi," jelasnya.

Saat ini, Arifin sudah memiliki 20 santang madu indukan. Dengan 20 indukan, kini ia memproduksi 10.000 bibit santang madu per enam bulan. Bibit itu dihasilkan dari lahan budidaya seluas 500 meter persegi.

Dengan harga jual Rp 6.000 per bibit, omzetnya dari usaha ini mencapai Rp 60 juta. "Bibit itu memiliki ketinggian 50 centimeter (cm), dengan usia empat bulan," ujarnya.

Arifin mengaku, konsumennya  kebanyakan pedagang dan kolektor tanaman. Mayoritas pelanggannya masih berada di sekitar Jawa Tengah, seperti Purworejo, Magelang, dan Yogyakarta. Oleh pedagang, bibit darinya bisa dijual lebih dari Rp 20.000 per batang.




Sumber : ayopreneur.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar