9 Hal Yang Membawa Bisnis Startup Gagal

  • 9 Hal Yang Membawa Bisnis Startup Gagal

Saat ini banyak sekali bermunculan perusahaan rintisan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Startup. Startup merupakan salah satu jenis bisnis berkembang di masyarakat. Biasanya Bisnis Startup dibuat untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dialami dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ada beragam jenis bisnis startup, namun yang paling ngetren sekarang yaitu startup digital. Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan Gojek. Ya, salah satu platform startup ini dibuat untuk mengurangi tingkat kemacetan di Ibu Kota. Selain itu masih banyak lagi startup digital yang telah sukses seperti Tokopedia, BukaLapak, Kitabisa.com, dan sebagainya.

Namun dibalik kesuksesan startup digital, ada beberapa hal yang membuat sebuah startup menemui kegagalan. Berikut ini 9 Ha yang membawa Bisnis Startup Gagal. Yuk cek...

1. Tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar

Pasar di sini bukan hanya kebutuhan saja tetapi lebih kepada pemecahan masalah yang sering dihadapi masyarakat pada umumnya. Karena startup sendiri merupakan platform yang dibangun untuk memberikan solusi atas kesulitan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Jika startup tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar maka sudah pasti tidak mendapat tempat di masyarakat.

2. Tim tidak bersinergi dengan baik

Poin penting yang harus dilakukan ketika mulai membangun startup ialah membangun tim terlebih dahulu. Biasanya satu tim startup digital cukup diisi oleh tiga orang saja. Ketiganya saling melengkapi satu sama lain untuk merancang, mendesain, dan mengkomunikasikan produk startup. Namun, ditengah perjalanan membangun startup seringkali tim mendapat ancaman entah itu dari hubungan dengan sesama anggota tim maupun tekanan dari luar.

3. Mengabaikan Customer

Sering kali sebuah produk mendapat banyak kritikan dan masukan dari customer. Hal ini sebenarnya sangat bermanfaat untuk mengetahui kekurangan sebuah produk startup. Mengabaikan pelanggan akan mengakibatkan produk sebuah startup tidak lagi memenuhi selera pengguna.

4. Produk tidak relevan lagi

Produk startup tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini bisa disebabkan karena jangka waktu untuk merancang produk terlalu lama. Atau bisa juga karena masyarakat sudah tidak lagi membutuhkan produk tersebut. Oleh karena itu penting sekali melakukan riset pada produk yang tengah dikembangkan. Apakah produk itu memiliki nilai jual atau tidak.

5. Kehilangan fokus

Bergerak cepat bagi sebuah startup memang perlu, namun penting sekali diperhatikan kemana sebuah startup akan mencapai tujuan. Startup yang tidak memiliki kontrol baik atas usaha yang dilakukan akan mengakibatkan tidak fokus pada visi dan misi yang telah dirancang.

6. Hubungan yang tidak harmonis dengan pemangku kepentingan

Jika sudah mendapatkan pembiayaan dari investor, tantangan selanjutnya ialah bagaimana memenuhi kepentingan para stakeholder. Karena para pemangku kepentingan akan banyak mencampuri urusan startup kedepan. Mereka yang tidak mampu menjalin keharmonisan dalam bermitra akan terancam collapse.

7. Pivot tidak berjalan mulus

Dalam startup akan ditemui keadaan di mana apa yang telah dilakukan tidak berjalan dengan baik. Jika sudah begitu biasanya startup melakukan perubahan besar-besaran atau disebut pivot. Namun, seringkali startup tidak berhati-hati menentukan model bisnis, produk dan layanan. Hal ini akan beresiko startup akan mengalami kegagalan yang sama.

8. Tidak mendukung passion pribadi

Dalam perjalanan membangun sebuah startup, passion pribadi dari para founder sangat membantu untuk menjaga motivasi membangun startup. Apabila tidak memiliki passion di bidang startup yang ditekuni maka usia startup tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu sebaiknya sebuah startup harus juga dimulai dari ketertarikan pribadi.

9. Investor tidak tertarik

Hal yang sangat diharapkan dari startup ialah mendapat pendanaan dari para investor. Namun tidaklah mudah untuk menarik perhatian mereka. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sebelum investor memutuskan untuk membiayai sebuah startup. Dan banyak pula startup yang tidak lulus uji.

Faktornya bisa karna startup itu tidak memenuhi visi yang sama dengan para investor. Atau juga karena ada pandangan lain yang membuat sebuah startup tidak dilirik oleh investor. Jika sudah seperti ini maka akan sulit bagi startup untuk berkembang dan semakin lama akan mengalami kegagalan.




Sumber : bisnisukm.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar