6 Tips Unik Bangkit Dari Cengkraman Pengangguran

  • 6 Tips Unik Bangkit Dari Cengkraman Pengangguran

Jika Anda percaya dengan konsep perubahan nasib dalam hidup, mungkin Anda cukup familiar dengan premis “Kadang Anda berada di atas, kadang Anda berada di bawah”. Tapi kok, Anda tidak naik-naik juga dari jurang pengangguran? Apa ada yang salah?

Anda sendiri mungkin paham ada banyak alasan mengapa Anda saat ini belum juga mendapat pekerjaan. Baik itu kondisi ekonomi yang sedang kurang kondusif atau perkara timing yang kurang tepat, sadarlah bahwa nilai diri sebagai individu tidak terikat pada perusahaan bahkan pekerjaan, dan sedikit kemunduran dalam hidup lazim terjadi. Rasa sedih dan mengasihani diri sendiri memang normal dalam situasi ini, namun jika Anda ingin segera bounce back, alih-alih terus memikirkan tentang alasan dan sumber masalah, coba fokus pada solusinya.

Semua orang bisa melakukan comeback dari situasi terburuk sekalipun: Steve Jobs kembali ke Apple, Britney Spears kembali ke dunia entertainment, Yesus kembali dari kematian. Anda sama sekali tidak sendiri. Jika Anda tetap aktif dan bersemangat, percayalah kalau Anda tidak akan lama-lama berada di posisi Anda saat ini.

Daripada terus menerus berkubang dalam kesedihan dan depresi berkepanjangan, selagi mencari dan menunggu, mengapa tidak mencoba beberapa tips-tips ini?

1. Mencoba Cold Email

Pernah dengar tentang cold email? Cold email adalah email yang umumnya dikirimkan ke petinggi perusahaan potensial bahkan jika perusahaan tersebut tidak sedang mengiklankan lowongan pekerjaan. Fungsi utama cold email adalah untuk memberi Anda sejenis perkenalan dan jika beruntung, sebuah peluang.

Bedakan cold email dengan cover letter, ya. Anda sebaiknya tidak dengan gamblang meminta untuk dipekerjakan. Mungkin Anda bisa menceritakan sedikit tentang keahlian Anda atau ide solusi untuk perusahaan tersebut. Yang penting Anda harus ingat kalau Anda pada dasarnya adalah orang asing yang mengirim email tanpa diminta dan mereka berhak tidak mengindahkan, jadi jangan membombardir mereka bila tidak diacuhkan.

2. Aktif di Social Media
Ya, LinkedIn memang merupakan social media yang ditujukan untuk kaum profesional, tapi coba perlebar lingkup Anda hingga ke media lain, seperti Facebook, Twitter, dan bahkan Instagram. Banyak perusahaan yang memiliki laman online untuk berinteraksi dengan konsumer, jadi coba manfaatkan media tersebut untuk menangkap perhatian mereka.

Ingat, jangan malah membuat mereka ilfeel dengan terus menerus mengirimkan permintaan lowongan kerja. memberi komentar yang relevan, pertanyaan cerdas, atau bahkan saran membangun. Anda juga dapat menyematkan hashtag yang akan menarik perhatian perusahaan sekaligus memudahkan rekruiter untuk menemukan Anda. 

3. “Mengiklankan” Keahlian di Berbagai Media
Sebar ilmu Anda dan bangun reputasi Anda sebagai seorang yang ahli di bidangnya dan tidak hanya terbatas menulis di blog. Sumbangkan tulisan Anda ke media cetak atau bahkan mencoba video blog di Youtube. Dengan menyebarkan keahlian Anda di berbagai komunitas, kesempatan Anda untuk menarik perhatian orang-orang yang tepat pun semakin besar. Terlebih lagi, pengalaman Anda juga bisa Anda cantumkan di CV, yang tentunya akan meningkatkan nilai jual Anda sebagai kandidat pegawai di kesempatan wawancara selanjutnya.

4. Sering-Sering Bersosialisasi
Usahakan agar Anda jangan selalu menyendiri karena mengobrol dan curhat dengan teman bisa membuat Anda tidak terlalu tertekan. Siapa tahu dengan banyak berbaur, Anda juga bisa mendapat info lowongan kerja baru, misalnya yang tidak diiklankan seperti jenis pekerjaan di poin kami selanjutnya.

5. Mempertimbangkan Kerja Paruh Waktu
Sudahkah Anda mencoba kerja paruh waktu? Maksud kami bukan hanya kerja freelance biasa, namun sebagai pegawai kontrakan. Kadang kala perusahaan tidak punya urgensi sampai harus membuka lowongan, tapi mereka mungkin sedang butuh bantuan sementara. Nah, tidak ada salahnya Anda mencoba mencari tahu jika perusahaan berminat untuk mempekerjakan Anda dengan basis kontrak.

Kami sama sekali tidak bermaksud meminta Anda merendahkan standar, namun ada kalanya Anda perlu melihat keadaan dari sudut pandang lain dan menimbang segala peluang yang tersedia.

6. Intropeksi Diri
Seperti yang telah kami sebutkan di atas, ada banyak alasan mengapa Anda tidak kunjung mendapat pekerjaan dan bisa jadi alasannya bersifat internal. Pastikan CV dan cover letterAnda tidak bermasalah dengan meminta pendapat dari teman atau anggota keluarga yang lebih berpengalaman. Selalu mandek di sesi wawancara? Coba biasakan untuk selalu menanyakan saran dan kritik pada interviewer di akhir wawancara.


Sumber : https://www.qerja.com


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar